Ajakan Rekonsiliasi

0
196 views
Ilustrasi: Damai.

Bacaan 1: Yeh 9:1-7. 10. 18-22
Injil: Mat 18:15 – 20

INDONESIA pernah mengalami masa kelam, di mana terjadi kesalahpahaman tentang komunis dan kemudian digoreng dalam kabut politik kotor.

Banyak korban yang mungkin tidak bersalah namun terlanjur mendapatkan stigma komunis dan dibuang, dikucilkan di sebuah pulau. Namanya Pulau Buru di Maluku Tengah.

Tak mudah membangun rekonsiliasi korban 1965 dengan masyarakat, banyak kendala membangun kerekatan kembali hubungan para korban kekerasan 1965, juga dengan masyarakat sekitarnya.

Para aktifis muda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Syarikat (Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat) Indonesia, mulai aktif pada 2000 karena tergerak oleh ide rekonsiliasi nasional yang dilontarkan mantan Ketua Umum PB NU Abdurrahman Wahid saat menjadi Presiden (1999-2001).

Mereka berjejaring dengan organisasi non politik lainnya yang mempunyai kepedulian sama, tersebar lebih dari 20 kota di Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Hari ini, Tuhan Yesus mengajak para pengikut-Nya menggaungkan sebuah “Ajakan Rekonsiliasi”.

Setiap orang pasti memiliki kesalahan maka sebagai seorang sahabat dan saudara wajib mengingatkan dengan teguran.

Ada tahapan rekonsiliasi mulai dari teguran empat mata, dua sampai tiga orang saksi dan akhirnya dihadapan jemaat.

Berharap bahwa saudara itu akan menyadari kesalahannya untuk berbalik sehingga terjadi rekonsiliasi dengan Tuhan, namun jika sampai pada tahap jemaat tetap tidak mau sadar maka sebaiknya kita melibatkan Tuhan dalam doa.

“Jika dua orang diantaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga…. sebab Aku hadir ditengah-tengah mereka” demikian sabda Tuhan. Kita meminta bantuan Tuhan agar saudara itu bisa bertobat dan berekonsiliasi dengan Allah Bapa.

Jika masih tidak mau bertobat, maka seperti dalam nubuatan Yehezkiel Tuhan akan mengutus tujuh malaikat pemusnah-Nya untuk membinasakan semua orang berdosa tanpa pandang bulu mulai dari anak-anak sampai orangtua. N

amun Tuhan akan menandai orang yang menyesali serta membenci dosanya dengan huruf “T” (Ϯ aksara Ibrani : ת – tav artinya tanda) yang akan dibebaskan dari hukuman karena perlindungan Allah.

Pesan hari ini:

Tuhan senantiasa membuka diri untuk menerima rekonsiliasi kita dan Katolik punya fasilitas rekonsiliasi dalam Sakramen Tobat, maka sebuah kerugian besar jika tidak mau memanfaatkan fasilitas itu.

“Jangan hanya bermalas-malasan sebab malas merupakan satu dari tujuh dosa pokok, jadikan hidup lebih bermakna dengan bekerja, dan jangan lupa pakai maskermu serta jaga jarak”

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here