Pelita Hati: 14.09.2023 – Dengan Salib Manusia Diselamatkan

0
541 views

Sahabat pelita hati 

SETIAP tanggal 14 September, Gereja merayakan “Pesta Salib Suci.” Saatnya secara khusus memberi hormat terhadap salib suci termulia yang tergantung tubuh (corpus) -Nya. Lazimnya, di setiap dinding altar gedung gereja dipasang salib yang cukup besar, sehingga setiap umat yang datang dan memasuki gedung gereja dapat memandangnya dan bersujud di hadapan salib Tuhan. Itulah salib Kristus yang menyelamatkan, bukan saja pada penebusan dahulu tetapi juga kini dan yang akan datang. Seperti orang-orang Israel dahulu  memandang tongkat Musa yang ditinggikan di padang gurun dan mengalami penyelamatan, kini kita pun yakin akan selalu mendapat keselamatan berkat salib Tuhan yang ditinggikan di kediaman suci-Nya.

Sahabat pelita hati, 

Semoga pada pesta salib suci ini kita semakin percaya pada maha daya salib Tuhan kita Yesus Kristus. Setiap kali membuat tanda salib, kita pun diingatkan akan penyertaan Allah Tritunggal yang menyelamatkan: Bapa, Putera dan Roh kudus. Setiap kali kita membuat “tanda salib” kita pun diingatkan bahwa berkat penebusan dan penderitaan salib kita ditebus dan diangkat dari kubangan dosa. Apakah kita tega untuk melupakan dan meninggalkan-Nya? Kecuplah salib Tuhan kita, bukan hanya dengan bibir tetapi dengan hati mendalam penuh kesungguhan. Berkah Dalem.

Bertamasya ke Taman Ini,
jangan lupa membawa bekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Bilangan 21:4-9

Filipi 2:6-11

Yohanes 3:13-17

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here