Pelita Hati: 25.07.2022 – Melayani bukan Dilayani, Mengabdi dan Menghamba

1
687 views

Bacaan: 2 Korintus 4:7-15, Matius 20:20-28

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat 20:25-28)

Sahabat pelita hati,

BERLATAR belakang kisah seorang ibu yang memintakan ‘kedudukan’ untuk kedua anaknya (Yakobus dan Yohanes), Tuhan mengajarkan tentang makna dan hakekat pelayanan, serta tanggungjawab yang harus diemban oleh seorang pelayan. Pertama-tama Tuhan mengingatkan bahwa hidup orang kristen harus menjauhkan diri dari sikap “tangan besi” alias mengandalkan kuasa apalagi kekerasan. Hidup kristiani harus menjauhkan diri dari sikap ini. Sebaliknya seorang kristen harus rela menjadi abdi atau pelayan bagi sesama. Tidak mementingkan diri sendiri tetapi harus  mendahulukan orang lain. Tidak mencari hormat untuk diri sendiri tetapi rela berkorban dan melayani orang lain. Maka berbicara tentang pelayanan bukan bicara tentang apa yang didapat tetapi apa tanggungjawab yang harus kita berikan. Inilah komitmen seorang murid Tuhan, seorang pelayan.

Sahabat terkasih,

Cara dan pola hidup seperti itulah yang harus dihayati  murid-murid-Nya, apa pun tugas dan panggilannya. Seorang imam harus siap menjadi pelayan dan pengabdi umat. Orang yang hidup berkeluarga harus menjadi pelayan bagi pasangan dan anak-anaknya. Seorang pimpinan di lingkungan kerja pun harus siap menjadi pelayan bagi seluruh karyawannya. Inilah konsep kepemimpinan kristiani, seorang pemimpin adalah pelayan, abdi dan hamba. Dibutuhkan sikap rendah hati. Tuhan tak memberi tempat bagi yang sombong dan congkak hati. Semoga kita  mampu menjadi pelayan dan pengabdi yang rendah hati. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Ini kisah ibu menteri Sri Mulyani,
menteri keuangan dengan segudang prestasinya.
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan melayani dan memberikan nyawa-Nya.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here