Pelita Hati: 29.02.2024 – Bijaksana di Dunia Berbuah Kekal di Surga

0
114 views

Sahabat pelita hati,

SALAM seroja, sehat rohani-jasmani. Berkah Dalem.

Kisah  “Orang kaya dan Lazarus yang Miskin”, amat indah, menarik dan sarat makna. Kisah ini menegaskan bahwa hidup di dunia ini ada lanjutannya. Apa yang kita taburkan di dunia akan dituai nantinya. Jika kita banyak menebar kebaikan sudah barang tentu (nantinya) akan menuai kebaikan yang sama. Sebaliknya jika hidup kita jauh dari perbuatan kebaikan kita pun takkan berhak mendapatkannya. Yesus mengisahkan Lazarus yang miskin itu menikmati kemuliaan surga sedang orang kaya harus mengalami siksa di neraka. Yang harus dicatat adalah Yesus tidak sedang berbicara tentang kekayaan versus kemiskinan tetapi tentang sikap hati. Orang kaya ini masuk neraka bukan karena dia kaya, tetapi karena ia menjadikan kekayaannya sebagai tujuan hidup sehingga ia menjadi tamak, serakah dan tentu saja egois. Alkitab mencatat bahwa ketamakan adalah akar segala kejahatan. Ia hanya mengarah kepada dirinya, bukan kepada sesama. Lupa bahwa kekayaan atau berkat itu datang dan berasal dari Tuhan. Karena sikap hati yang egois dan tak peduli kepada sesamanya akhirnya ia harus siap menerima derita di neraka. 

Sahabat terkasih,

semoga pelita sabda hari ini meneguhkan kita untuk berbenah diri. Siap berubah agar berbuah. Meninggalkan sikap egois dan mementingkan diri menuju pada sikap peduli terhadap sesama terutama yang menderita dan berkekurangan. Masa prapaskah adalah masa yang indah untuk membangun sikap tobat agar kita tak menyesal di kemudian hari, seperti yang dialami orang kaya dalam sabda kita hari ini. Selamat melanjutkan usha tobat di masa prapaskah ini. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Duapuluh sembilan Februari tanggal yang tak biasa,
Empat tahun sekali di tahun kabisat.
Masa prapaskah saat kita berpantang dan puasa,
olah rohani dan membangun sikap tobat.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Yer.17:5-10

Lukas 16:19-31

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk. 16:19-25)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here