Percik Firman : Datang pada Tuhan

0
159 views

Rabu, 13 Desember 2023

Peringatan Wajib Santa Lusia (Perawan dan Martir)

Bacaan Injil : Mat 11:28-30

Saudari/a ku ytk.,

APAKAH Anda pernah takut dan khawatir dalam hidup ini? Atau hari-hari ini perasaan takut dan khawatir itu sedang Anda alami? Adakah beban berat yang sedang dipikul?

Pada peringatan Wajib Santa Lusia hari ini Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepadaNya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Yesus menawarkan kelegaan. Sinonim kata ‘kelegaan’ adalah ketenangan.

Tuhan Yesus juga menawarkan ketenangan kepada kita semua. Dalam hal ini, Yesus menawarkan ketenangan dengan cara memikul kuk. Ajaran Yesus ini berbeda dari yang lainnya. Yesus menawarkan ketenangan dengan jalan memikul kuk. 

Apa yang dimaksud dengan kuk itu? Menurut KBBI, kuk adalah kayu yang dipasang (pasangan) di tengkuk lembu/kerbau untuk menarik bajak atau gerobag. Dengan menggunakan kuk, lembu dapat dipakai untuk membajak sawah, menarik gerobak, dll.

Jikalau kita memikirkan tentang kuk, hal yang terpintas di pikiran kita mungkin adalah beban, masalah. Bagaimana mungkin seseorang dapat merasa tenang ketika berada dalam masalah atau ketika memiliki beban. Akan tetapi, justru itulah yang ditawarkan Yesus.

Yesus menawarkan ketenangan di tengah-tengah masalah atau beban. Yesus meminta kita sebagai orang yang percaya untuk memikul kuk. Jikalau kita tidak memikul kuk, kita tidak layak bagi-Nya.

Dengan menerima kuknya, Yesus tidak sedang menawarkan kelegaan seketika dari semua kondisi menindas yang terjadi pada saat itu. Namun, Yesus memberikan perubahan sudut pandangan atas masalah yang dihadapi. 

Penyesuaian dalam cara pandang akan melegakan. Yang lebih penting lagi, iman dan harapan yang kokoh akan turut membantu kita menghadapi beban hidup kita. 

Orang bijak pernah berpesan, “Jika kamu berat menghadapi beban hidupmu, menghadaplah ke langit (berdoa mohon berkat Allah Bapa).” Artinya, masalah tidak dihindari, tetapi kita mohon pertolongan Tuhan agar kita diberi keberanian dan kekuatan untuk menghadapinya. 

Seorang rohaniwan Amerika, Abraham L. Feinberg, pernah membagikan sepuluh tips bagaimana menikmati kebahagiaan hidup. Salah satu dari sepuluh tips itu adalah: “Berhentilah khawatir. Rasa khawatir akan membinasakan hidupmu.” 

Keutamaan seperti itu pula yang diteladankan Santa Lusia yang diperingati hari ini. Dia seorang Perawan dan Martir. Lusia berarti cahaya. Dia tidak takut dan tidak khawatir atas permasalahan dalam hidupnya. Ketika dia diancam mau disiksa dan dibunuh, dia tidak takut. Dia percaya bahwa Tuhan pasti menolong. 

Orangtuanya adalah bangsawan Italia yang kaya raya serta terhormat. Orangtuanya beragama Kristen. Ayahnya meninggal ketika Lusia masih kecil. Lusia secara diam-diam berjanji kepada Yesus bahwa ia tidak akan pernah menikah agar ia dapat menjadi milik-Nya saja. 

Konon, Lusia disiksa karena imannya pada Kristus. Mata Lusia dicungkil oleh algojo-algojo yang menderanya. Ia tidak takut. Lusia meninggal dunia sebagai martir dengan ditikam dan dipenggal kepalanya oleh seorang algojo pada tanggal 13 Desember 304. Ia dipercaya Gereja sebagai orang kudus yang mampu membantu menyembuhkan orang yang sakit mata. 

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana situasi batin Anda akhir-akhir ini? Apa yang sedang Anda takutkan atau khawatirkan? Bagaimana usaha Anda agar menjadi cahaya bagi sesama?

Selamat berpesta bagi Anda yang punya nama baptis Lusia. Doaku untuk Anda yang sedang sakit maupun yang sedang berbeban berat. Semoga Tuhan menguatkan dan memberkati kita semua.

Mari kita saling mendoakan satu sama lain.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here