Pesan bagi Para Pemimpin

0
35 views
Ilustrasi - Pemimpin otoriter (Media Transparansi)

PADA tanggal 22 Februari, Gereja Katolik merayakan pesta Takhta Santo Petrus. Takhta biasanya dihubungkan dengan kursi kepemimpinan untuk raja, kaisar, presiden, atau perdana menteri. Itu menunjukkan kekuasaan dari mereka yang mendudukinya.

Tahta Santo Petrus itu kursi untuk melayani; bukan kursi kekuasaan politis untuk menguasai, apalagi menindas kaum lemah dan miskin. Tugas mereka yang mendudukinya adalah melayani Kristus dan jemaat-Nya.

Bacaan pertama (1 Petrus 5:1-4) menegaskan agar para pemimpin atau penatua Gereja melayani dengan semangat Tuhan Yesus, Sang Gembala sejati.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.” (1 Ptr 5:2-4).

Segera setelah menyebut Petrus berbahagia (Matius 16:17), Yesus bersabda, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya” (Matius 16:18).

Yesus mendirikan Gereja untuk melanjutkan tugas-Nya, menyelamatkan umat manusia.

Sebagai tempat, di mana Yesus mendirikan Gereja-Nya, rasul Petrus mesti berada di bawah; menopang. Artinya, melayani. Untuk dapat melayani dengan baik, dia mesti mengikuti teladan Yesus yang menderita demi keselamatan umat manusia (1 Petrus 5:1).

Bukankah syarat menjadi rasul adalah menyaksikan penderitaan Yesus (Kisah Rasul 1:21-22)?

Di bidang sosial dan politik, takhta diasosiasikan dengan kekuasaan dan hak-hak istimewa pemegangnya. Kekuasaan itu rentan disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Pesta ini mengingatkan semua pemimpin keluarga, gereja, masyarakat, dan negara untuk berhati-hati terhadap kursi yang didudukinya. Jangan sampai mereka memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Marilah berdoa supaya Tuhan menjiwai para pemimpin dengan semangat pelayanan dan menjauhkan mereka dari sikap takabur, menyalahgunakan kursi kekuasaan yang merugikan banyak orang.

Kamis, 22 Februari 2024
Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul
Albherwanta O.Carm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here