Home BERITA Presiden Tump Serang Paus Leo, Lemah dalam Kebijakan “Politik” Luar Negeri Vatikan

Presiden Tump Serang Paus Leo, Lemah dalam Kebijakan “Politik” Luar Negeri Vatikan

0
49 views
Ilustrasi - Paus Leo XIV dan Presiden Amerika Donald Trump. (Ist)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump -seperti biasa- selalu menggaungkan kritik pedasnya terhadap banyak hal melalui media sosial. Kali ini, sasaran tembaknya adalah Paus Leo XIV – orang Amerika pertama yang menjadi Paus.

Trump dengan kasar dan terus-terang melancarkan serangan keras terhadap Paus Pope Leo; dengan menyebut Uskup Kota Roma ini sebagai “lemah” dalam menangani kejahatan. Juga performanya sangat “buruk” dalam mengemban kebijakan luar negeri Vatikan di panggung percaturan politik internasional.

Kritik pedas dan blak-blaksan dari Gedung Putih di Washington ini muncul di akun Truth Social. Dirilis oleh Presiden Trump, setelah pemimpin Gereja Katolik ini juga dengan nada terus-terang mengkritik kebijakan luar negeri dan imigrasi Trump.

“Paus Leo lemah dalam soal kejahatan; juga buruk dalam kebijakan luar negeri,” tulis Trump dalam sebuah unggahan panjang di Truth Social.

Trum kemudian menambahkan, “Saya tidak menginginkan seorang Paus yang menganggap tidak (ada) masalah, jika Iran memiliki senjata nuklir.”

Trump kembali mengulangi pernyataan tersebut dalam komentarnya kepada para wartawan dengan mengatakan, “Kami tidak menyukai seorang Paus yang mengatakan tidak masalah memiliki senjata nuklir.”

Kritik Donald Trump terhadap Paus Leo XIV muncul Minggu malam waktu Amerika. Washington mengecam sikap Paus terhadap Perang Iran dan mengatakan bahwa Paus Leo ini benar-benar performanya sangat “buruk dalam kebijakan luar negeri.”

“Kami tidak menyukai seorang Paus yang akan mengatakan bahwa memiliki senjata nuklir itu tidak masalah. … Ia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita seharusnya bermain-main dengan negara yang ingin memiliki senjata nuklir sehingga mereka bisa menghancurkan dunia,” kata Trump kepada para wartawan, seraya menambahkan, “Saya bukan penggemar Paus Leo.”

Ilustrasi – Paus Leo XIV dan Presiden Amerika Donald Trump. (Truth Social President Trump)

Leo XIV, Paus pertama dari Amerika Serikat, semakin vokal mengenai perang antara AS dan Israel melawan Iran, dan pekan lalu mengecam retorika serta ancaman Trump terhadap rakyat Iran sebagai “benar-benar tidak dapat diterima.”

Komentar itu dipicu oleh ancaman Trump bahwa “sebuah peradaban utuh akan mati malam ini” dalam beberapa jam sebelum gencatan senjata dua minggu dengan Iran dicapai.

Baik Trump maupun Menteri Pertahanannya, Pete Hegseth, menggunakan nama Tuhan dalam pesan publik selama konflik tersebut, dengan Hegseth menggambarkan upaya perang sebagai didukung secara ilahi dan bahkan menggunakan pembenaran Kitab Suci.

Paus Leo menolak gagasan argumentasi tersebut.

“Yesus adalah raja damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan oleh siapa pun untuk membenarkan perang,” katanya pada Minggu Palma. “Ia tidak mendengarkan doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya.”

Setelah operasi militer AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, bulan Januari 2026, Paus Leo menyerukan agar “kehendak rakyat Venezuela” sebaiknya harus selalu dihormati dan agar stabilitas di negara itu dipulihkan.

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” kata Trump merespon kritikan Paus.

Presiden kemudian mengklaim bahwa Paus Leo “tidak ada dalam daftar mana pun untuk menjadi Paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena ia orang Amerika, dan mereka pikir itu adalah cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump.”

Paus Leo sebelumnya juga telah berbicara menentang penyebaran senjata nuklir.

“Komitmen untuk membangun dunia yang lebih aman, bebas dari ancaman nuklir, harus diwujudkan melalui perjumpaan yang penuh hormat dan dialog yang tulus untuk membangun perdamaian yang langgeng, yang didasarkan pada keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama,” katanya pada Juni lalu, saat Trump mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Komentar Trump pada hari Minggu muncul tak lama setelah Program “60 Minutes” dari CBS News menayangkan laporan yang menampilkan para kardinal senior Amerika yang menyatakan dukungan terhadap sikap Paus mengenai perang dan penolakannya sebelumnya terhadap kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Trump.

CNN telah menghubungi Gedung Putih untuk mengetahui apakah Trump bereaksi terhadap laporan “60 Minutes” tersebut.

PS: Sumber utama laporan ini datang dari CNN dan JP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo