Puncta 13.01.20: Mari Ikutlah Aku

0
313 views
Yesus dan para murid menangkap ikan. (Courtesy of The Telegraph)

Markus 1: 14-20

PENDAFTARAN murid baru sudah dimulai jauh-jauh hari. Sekolah-sekolah favorit biasanya sudah penuh kuotanya. Bahkan mereka sampai menolak siswa.

Banyak orangtua yang ingin anaknya bersekolah sekaligus asrama. Apalagi mereka yang berasal dari tempat-tempat jauh.

Sekolah Katolik berasrama menjadi pilihan utama. Tetapi mungkin hanya satu sekolah katolik berasrama yang tidak terlalu banyak peminatnya, yakni seminari. Sekolah calon imam.

Mungkin karena prasyarat masuk sekolah ini adalah mereka-mereka yang ingin menjadi imam, bukan pemuda biasa, maka peminatnya tidak seperti sekolah katolik berasrama biasa lainnya.

Harus menjadi pemikiran bersama supaya peminat ke seminari dapat tumbuh makin banyak.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memilih murid-muridNya. Bukan murid-murid yang mendaftarkan diri, tetapi Yesus memilih mereka.

Murid pertama adalah Simon dan Andreas. Mereka sedang menebarkan jala di danau. Mereka dipanggil. Mereka langsung meninggalkan jalanya.

Murid berikutnya adalah Yakobus dan Yohanes, kakak beradik. Mereka meninggalkan perahu, jala dan ayahnya serta orang-orang upahannya.

Berarti Yakobus dan Yohanes ini termasuk keluarga berada karena punya perahu dan orang-orang upahan.

Mengapa mereka dengan segera meninggalkan semuanya untuk mengikuti Yesus? Mungkin bisa dilihat dari kata-kata Yesus sendiri.

Tawaran Yesus itu sesuatu yang lain dan menantang. “Mari ikutlah Aku. Kalian akan Kujadikan penjala manusia.”

Ajakan Yesus ini adalah sesuatu yang baru dan menantang. Menjadi penjala manusia. Kalau kita menawarkan sebuah produk, namun tidak ada nilai yang baru dan menantang, orang tidak akan tertarik.

Selain nilai yang ditawarkan, pasti pribadi yang menawarkan itu sangat penting. Menjadi petugas marketing namun tidak mempunyai kualitas daya tarik, ya tidak akan laku.

Kualitas pribadi Yesus pastilah seorang yang bukan guru biasa. sabdaNya penuh wibawa.

Bisakah kita melihat pribadi Yesus seperti para murid yang dipanggil itu? Sehingga ketika kita dipanggil juga langsung meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus?

Atau mungkin kita belum sebagaimana Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes melihat pribadi Yesus? Karena kita belum berani meninggalkan semuanya seperti mereka.

Beli baju tidak teliti
Ternyata tidak ada kancingnya
Ikut Yesus harus berani
Meninggalkan segala-galanya

Cawas, pengin minyak kayu putih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here