Sabtu Biasa XIX
Matius 19:13-15
BEBERAPA orangtua punya harapan agar anak-anaknya berhasil dalam studi, mencapai prestasi yang membanggakan.
Maka mereka memasukkan anak-anaknya mengikuti kursus-kursus, les privat dan bimbingan belajar secara maraton.
Anak tidak punya waktu untuk bermain, apalagi berkegiatan di gereja. Ada orangtua yang berkata; “Untuk apa aktif di gereja, tak ada gunanya. Tidak menambah kepintaran. Apalagi nambah keuntungan, malah banyak sumbangan-sumbangan.”
Ada orangtua yang melarang anaknya aktif di kegiatan misdinar, OMK atau kegiatan rohani lainnya. Mereka ingin agar anaknya bisa berprestasi di sekolah demi masa depannya. Maka tiap hari selalu saja ada les-les privat yang dijadwalkan untuk anak-anaknya.
Lalu keprihatinan berikutnya muncul. Anak-anak muda susah mencari jodoh yang seiman karena tidak pernah punya teman atau kenalan di lingkungan gereja. Sebabnya mereka dihalangi untuk aktif dan bertemu dengan teman-temannya di gereja.
Para murid memarahi para orangtua yang membawa anak-anaknya datang kepada Yesus. Orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Murid-murid itu menghalangi anak-anak datang kepada Yesus. Anak-anak dan perempuan tidak dianggap dalam kancah kehidupan sosial.
Mereka dipinggirkan dan tidak diberi tempat dan kesempatan. Mereka dinihilkan dan tidak menjadi subyek kebijakan sosial.
Tetapi Yesus justru menghargai mereka. Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Apakah dalam membuat kebijakan pastoral kita juga memperhatikan anak-anak dan kaum perempuan? Kita tidak boleh meminggirkan mereka seolah-olah mereka tidak dianggap dan diperhatikan.
Justru merekalah yang sering aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja. Mereka harus dihargai dan diberi ruang agar bisa semakin dekat dengan Tuhan. Orang-orang yang tulus dan murni seperti itu yang empunya Kerajaan Surga.
Sepercik pantun buat anda:
Meriah lomba-lomba tujuhbelasan,
Makan krupuk, lari kelereng di jalanan.
Biarkan anak-anak datang pada Tuhan,
Merekalah yang empunya masa depan.
Wonogiri, hargai anak-anak kecil
Rm. A. Joko Purwanto, Pr











































