Kamis Biasa XVI
Matius 13:10-17
Bermata tapi tak melihat
Bertelinga tapi tak mendengar
Bermulut tapi tak menyapa
Berhati tapi tak merasa
Berharta tapi tak sedekah
Berbenda tapi tak berzakat
Berilmu tapi tak beramal
Berjalan tapi tak terarah
Semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian
Semoga kita menjauh dari sifat sedemikian
Beramal tapi kurang ikhlas
Berjanji tapi suka lupa
Bergunjing hampir tiap hari
Berkata sering menyakitkan
SYAIR di atas adalah puisi karya Taufik Ismail yang diaransir oleh Jaka Bimbo dan dinyanyikan sebagai lagu religi yang menyentuh hati.
Puisi ini menjadi sindiran bagi kita semua yang mengagung-agungkan kekayaan, kepandaian dan perilaku kita yang tak peduli dengan situasi di sekitar kita.
Yesus pun mengatakan hal yang sama kepada orang-orang Yahudi pada masa itu. “Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Nabi Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap,” kata-Nya menyindir kaum Farisi.
Yesus mengingatkan kita, ”Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Marilah kita membuka hati dan pikiran kita agar peka melihat kehidupan di sekitar kita dan berani berbuat sesuatu untuk peduli bagi mereka yang kecil, lemah, miskin dan tertindas.
Di dalam diri merekalah Tuhan menghadirkan Diri-Nya,
Sepercik pantun buat anda:
Banyak pejabat-pejabat korupsi,
Tanda mereka tak punya hati nurani.
Bukalah pikiran dan hati nurani,
Ulurkan tangan terbuka untuk peduli.
Wonogiri, membuka hati nurani
Rm. A. Joko Purwanto, Pr












































