Samino: Jangan Malu Jualan Mie Ayam, Pangsa Pasarnya Besar Sekali (2)

0
183 views
Dalam sehari produksi mie, Samino bisa habiskan 1,3 ton tepung terigu Bogasari. (Mathias Hariyadi)

PAK Samino adalah juragan produsen mie. Persisnya mie ayam. Ia melakoni usaha ini sejak puluhan tahun silam. Jualan mie dia lakoni sejak tahun 1977 dan kemudian statusnya berubah menjadi sosok produsen mie ayam sejak tahun 1981.

Dari yang semula hanya mampu memproduksi mie ayam basah maksimal 10 kg gandum saja. Tapi kini, pengusaha mie ayam rumahan ini sudah mampu menghabiskan mie ayam dengan bahan dasar tak kurang 1,3 ton gandum setiap hari.

Program belajar membuat mie ayam enak dan sehat

Kisah sederhana ini diucapkan Samino kepada puluhan ibu-ibu penggiat UMKM dari Paroki Santa Monika di Serpong, Tangerang Selatan, awal Juni 2022 lalu.

Pada kesempatan belajar bersama cara membuat mie ayam di padepokan produsen mie di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Samino memberi wejangan agar para penggiat UMKM dari Paroki Santa Monika Serpong tidak ragu-ragu lagi jualan mie ayam.

“Karena pangsa pasarnya besar sekali,” tutur Samino yang lahir dan besar di Wonogiri, Jateng.

Harga gandum naik

Sebagai pengusaha produsen mie ayam dengan kuota giling minimal 1,3 ton per hari itu, tak heran bila Samino lantas mendapat perhatian dan bimbingan dari Pak Frankie Welirang – Direktur PT Indofood Sukses Makmur.

Samino tak ragu menyebut dirinya hanya “orang kecil” saja. Dan ia merasa senang telah “disapa” bos besar seperti Frankie Welirang ini.

Bahkan, sepekan sebelum menggelar program acara belajar membuat mie ayam yang enak dan sehat bersama para ibu penggiat UMKM Paroki Santa Monika ini, Samino mengaku telah dipanggil Frankie Welirang di kantornya di Wisma Indocement di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Oleh Frankie Welirang, Samino diajak diskusi soal harga gandum dan kemungkinan harga gandum akan cenderung naik terus sampai Desember 2022.

Salah satu penyebabnya adalah dampak terjadinya Perang Ukraina sehingga ekspor biji-biji gandum dari Ukraine ke pasar dunia menjadi seret. Lantaran terkena blokade pelayarannya dari Pelabuhan Odessa menuju “dunia luar” melalui Laut Hitam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here