Secercah Harapan di Penghujung

0
225 views
Semangat dan harapan (Romo A. Suhud SX)

Bacaan 1: Yer 14:17 – 22
Injil: Mat 13:36 – 43

SUDAH lebih enam bulan seluruh dunia diporak porandakan oleh pandemi Covid-19. Update Corona Dunia Minggu (26/7/2020) mengatakan: 16,2 Juta kasus, 648 ribu Meninggal, 9,9 Juta pasien sembuh (Tribunnewsmaker.com).

Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir pun tidak ada yang tahu apa rencana Tuhan dengan situasi seperti ini. Ada yang bertanya, di manakah Tuhan saat ini? Apakah Tuhan meninggalkan umat-Nya dan tidak mau mendengarkan doanya?

Manasye adalah raja Yehuda paling jahat, ia telah menyesatkan bangsa itu ke dalam kemurtadan yang parah. Hukuman bagi Yehuda akan diberikan TUHAN akibat ketidaksetiaan mereka dan pemberontakan yang diawali Manasye.

Bangsa itu akan mengalami masa panjang kelaparan, kekeringan dan perang yang parah lalu Allah akan membuang mereka ke Babel.

Mungkin situasinya lebih parah dibandingkan dengan Covid-19 saat ini.

Yeremia mengungkapkan kesedihan mendalam atas hukuman yang akan datang atas umat Allah dan tanah perjanjian itu.

“Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan…”

Penyesalan kadang datang terlambat, saat sedang senang melupakan bahwa berkat itu datangnya dari Tuhan. Orang berbuat semaunya dan perbuatan baik kepada sesama sepertinya tak perlu dilakukan.

Iblis melalui para pasukannya senantiasa terus menabur kejahatan, kesesatan, mengimbangi pewartaan kabar sukacita Allah. Namun demikian, Allah tetap setia menemani umat-Nya serta mau menjadi pembelanya.

Saat akhir jaman, dimana Kristus bersama para malaikat-Nya datang kembali ke dunia (Parousia) akan tiba masa penuaian, pemisahan orang jahat dan orang benar.

Tuhan Yesus melukiskan apa yang akan dialami oleh mereka yang menyebabkan orang berbuat dosa dan melakukan kejahatan.

Mereka akan disiksa dengan api dan mengalami penderitaan yang hebat. Setelah itu, Allah akan memberikan kasih karunia hidup kekal bagi mereka yang dibenarkan-Nya. “…waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka”.

Pesan hari ini

Kasih karunia hidup kekal akan diberikan bagi mereka yang tetap bertahan dalam iman. Tuhan senantiasa mendengarkan jeritan dan dan seruan umat-Nya. Namun pertanyaannya, apakah saya juga mau mendengarkan-Nya atau lebih mendengarkan penyesat?

Melewati pandemi Covid-19 dengan modal semangat serta disiplin menerapkan protokol Kesehatan, pasti bisa

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here