Home BERITA Sejarah Bangsa Batak, Penyebaran dan Filosofinya: Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir (1)

Sejarah Bangsa Batak, Penyebaran dan Filosofinya: Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir (1)

0
434 views
Ilustrasi: Patung Raja Batak pertama bersama permaisurinya; didampingi oleh para pengawalnya. (Pernandus Simanullang)

Sejarah bangso Batak dan penyebaran

Mitologi Batak mengatakan bahwa suku Batak berasal dari Tanah Batak. Tepatnya dari Pusuk Buhit, sebuah gunung di sebelah barat Pulau Samosir. Pulau ini terletak di tengah Danau Toba dan sekarang menjadi tempat wisata.

Area ini termasuk dalam wilayah Sumatera Utara secara administratif. Kabupaten Tapanuli Utara, dengan ibukotanya Tarutung, dibentuk dari wilayah Batak.

Menurut legenda, Si-raja Ihat Manisia dan Siboru Ihat Manisia adalah orang pertama yang disebutkan. Tiga anak lahir dari pernikahan ini: Raja Miokmiok, Patundal Nibegu, dan Jau (Sihombing, 2018).

Ilustrasi:: Lokasi terletak di Sianjur Mula-mula di mana Raja Batak pertama melakukan ritual dan meditasi kebatinan. (Pernandus Simanullang)

Raja Miokmiok memiliki seorang anak bernama Eng Banua.

  • Eng Banua kemudian memiliki tiga orang putra: Raja Aceh, Raja Bonang-bonang, dan Raja Jau. Raja Bonang-bonang memiliki seorang putera tunggal bernama Guru Tantan Debata, yang bergelar Umpu Raja Ijoloma.
  • Guru Tantan Debata memiliki seorang putera tunggal bernama Siraja Batak. Sementara, Siraja Batak memiliki dua orang putera yakni Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Raja Bonang-bonang memiliki seorang putera tunggal bernama Guru Tantan Debata yang bergelar Umpu Raja Ijoloma.

Kajian sejarah menunjukkan bahwa Raja Batak inilah nenek-moyang orang Batak dan meletakkan dasar sejarah suku Batak.

Menemukan jejak sejarah

Saat ini, sulit untuk menemukan sejarah asal usul suku Batak karena tidak banyak situs sejarah yang menceritakan tentang mereka.

Secara umum dapat dikatakan bahwa suku Batak adalah salah satu dari ratusan suku di Indonesia. Mereka berasal dan selama ini lebih banyak tinggal di wilayah Sumatera Utara. Demikian menurut beberapa sumber, termasuk artikel dari berbagai referensi dan buku yang membahas suku tersebut.

Sebagian besar orang Batak percaya bahwa suku Batak berasal dari Pusuk Buhit di wilayah Sianjur Mula-mula, yang terletak di sebelah barat Pangururan di pinggiran Danau Toba.

Berbagai versi

Ada berbagai versi yang berusaha menentukan asal-usul si Raja Batak ini. Seperti yang dinyatakan oleh WM Hutagalung dalam bukunya yang berjudul Pustaha Batak: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak (1926). Bangso Batak pertama sekali bermukim tepat di Sianjur Mula-mula (Batakpedia, 2021 )

Sebagaimana disebutkan dalam Sejarah Batak, keturunan Raja Batak menyebar dan membentuk sub-sub suku. Yakni, suku Batak Pakpak, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Semua sub-sub suku ini terlahir dari si Raja Batak bertempat di Sianjur Mula-mula (Batak Toba), karena lokasi Sianjur Mula-mula berada di daerah Toba.

Menurut penelitian yang telah dilakukan bahwa bangso Batak ini bermukim di Sianjur Mula-mula sekitar 8.000 tahun yang lalu. Kemudian jumlah mereka semakin bertambah lebih banyak, sehingga mereka kemudian pergi menyebar dan berpindah guna mencari tempat lain untuk menyambung hidup.

Dalam perpindahan ini mereka tiba di daerah pegunungan ke arah tenggara hingga timur dari Danau Toba. Ketika mereka menetap di tempat baru mereka mulai bermukim dan menyebar ke tempat di mana mereka dapat bertahan hidup. Zaman ini disebut mesolitikum.

Mesolitikum merupakan zaman di mana manusia masih mengandalkan peralatan batu sebagai alat untuk mencari mangsa dan bertahan hidup. Ketika bangso ini bertahan hidup di daerah mereka, maka mulailah mereka tersebar lagi; dengan budaya, bahasa, dan adat istiadat yang mereka miliki hingga kini.

Jejak ini tidak jauh dari bangso Batak yang ada di Sianjur Mula-mula. Dilihat dari segi bahasa Batak Toba masih memiliki kemiripan dengan sub-sub Batak: Batak Karo, Batak Pakpak, dll. Namun, mengapa disebut Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pak-pak, Batak Angkola, dan batak Mandailing?

Menurut rekam jejak, itu karena semua sub-sub Batak ini masih memiliki kemiripan dengan awal bangso Batak yang berasal dari Sianjur Mula-mula (Batakpedia, 2021).

Kemiripan ini terlihat dari bahasa yang masih memiliki kesamaan. Selain itu, adanya marga dan bukti sejarah (ulos) yang masih kuat dipertahankan oleh semua sub Batak. Dan masih banyak rekam jejak yang dapat dibuktikan bahwa mereka memiliki nenek moyang yang berasal dari Sianjur Mula-mula.

Namun ada beberapa diantara sub-sub Batak ini kemudian melakukan perkawinan silang dengan bangsa pendatang seperti kaum pedagang Tamil dari India. Perkawinan silang ini menjadikan mereka sub Batak campuran.

Rumah adat pertama suku Batak dengan desain arsitektur baru yang berlokasi di Sianjur Mula-mula. (Pernandus Simanullang)

Semua sub Batak ini tentu tidak lagi murni penyebarannya. Beberapa di antara mereka telah dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pedagang dari Timur Tengah dan India. Beberapa di antara sub Batak ini juga tidak suka disebut sebagai suku Batak. Itu karena tidak menerima sebagai sub dari induk Batak Toba.

Mereka tidak menerima ini. Kemungkinan besar karena merasa anak dari keturunan Batak Toba yang jejaknya belum tentu benar.

Namun bagi para akademisi, sejarahwan, dan arkeolog bahwa telah banyak penelitian membuktikan dan rekam jejak menyatakan bahwa ada peninggalan dan kemiripan dalam bahasa dan adat istiadat (marga). (Berlanjut)

Baca juga: Sejarah Bangsa Batak, Penyebaran, Filosofi dan Pengaruhnya (2)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here