Selingkuh atau Tetap Setia

0
309 views
Selingkuh atau tetap setia

Bacaan 1: 2Mak 7:1-2. 9-14

Bacaan 2: 2Tes 2:16 – 3:5

Injil: Luk 20:27-38

Dalam sebuah pertemuan keluarga besar, tiba-tiba saya melihat ada perubahan yang tak biasa. Saya melihat istri saudara ipar berpenampilan beda dari terakhir jumpa. Belum sampai penasaran saya terjawab, lalu tiba saatnya acara tersebut harus berdoa.

Dalam hati saya, nah ini akan ketahuan imannya dan ternyata saudara itu masih membuat tanda salib. Dia tetap teguh dalam iman Kristus meski istrinya beda iman dan berpenampilan beda. 

Bacaan pertama hari ini, menampilkan kisah heroik dimana seorang ibu dan ketujuh anaknya diminta untuk “berselingkuh secara iman”. Dihadapan Raja Anthiokus Epifanes, mereka diancam akan dibunuh jika tidak mau makan daging Babi yang haram bagi umat Yahudi.

Mereka tetap setia dalam iman dan tanpa takut menghadapi kematian yang mengerikan. Mereka percaya bahwa imannya akan membawa kepada “kebangkitan badan” dibandingkan dengan tawaran iman baru tersebut.

“Kami lebih bersedia mati dari pada melanggar hukum nenek moyang… Raja alam semesta akan membangkitkan kami untuk kehidupan kekal, oleh karena kami mati demi hukum-hukum-Nya!

…Sungguh baiklah berpulang oleh tangan manusia dengan harapan yang dianugerahkan Allah sendiri, bahwa kami akan dibangkitkan kembali oleh-Nya.”

Tuhan Yesus menjelaskan konsep “Kebangkitan Badan” kepada orang-orang Saduki yang tidak percaya kebangkitan badan. Mereka yang mendapat kasih karunia kebangkitan maka akan hidup kekal seperti malaikat yang tidak perlu kawin.  

Perkawinan dan kematian saling berhubungan, perkawinan diperlukan untuk regenerasi bagi mereka yang mati.

“Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat.”

Jika kematian tidak ada maka tidak perlu ada perkawinan.

Malaikat memang tidak perlu meregenerasi karena mereka tidak mengalami kematian. Mereka sudah ada sejak awal penciptaan dan hidup bersama-Nya di surga.

Dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika, Rasul Paulus mendoakan mereka agar tetap kuat dalam iman.

“Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.”

Pesan hari ini

Tuhan adalah setia, Dia akan memberikan kasih karunia hidup kekal bagi yang setia pada-Nya. Jadi mengapa harus menyelingkuhi-Nya?

“Bila ada hasrat selingkuh, pergilah ke sekolah Anjing. Disana kamu akan belajar tentang setia.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here