Serba Natal Rasa Vietnam: Pentas Dulu, Baru Misa Natal di Katedral Ayam Da Nang (2)

0
1,723 views

AGAK aneh saya rasakan, ketika Sabtu (24/12) menjelang tengah malam, saya bersama Thrung dan Annie menyempatkan diri mengikuti ekaristi Malam Natal di Katedral Ayam di pusat kota Da Nang di Central Vietnam. Menurut pengumumam yang saya baca sehari sebelumnya, misa akan dimulai tepat pukul 20.30 waktu setempat dan itu sama persis waktu di Jakarta.

Namun, sebelum misa resmi dimulai, akan ada dulu sebuah program yang menurut tradisi katolik di Da Nang dinamai “Christmas’ vigil”. Saya sempat berpikir, ini pasti acara doa-doa atau kebaktian non ekaristi.

Wah, saya “ketipu”. Jebulane, ternyata benar-benar mirip sebuah panggung pentas beneran.

Sebuah panggung besar yang menggunakan balkon utama di depan pintu masuk gereja dimanfaatkan sebagai arena pentas. Sebuah persiapan besar sudah digelar 2 hari sebelum hari H. Di depan panggung, duduk para petinggi Gereja di Keuskupan Da Nang termasuk Mgr. Joseph Chau Ngoc Tri, Uskup Diosis Da Nang, bersama para suster dan bruder.

Ratusan umat yang menyempatkan diri datang 1 jam sebelum acara dimulai mendapatkan “tempat layak” dengan duduk di atas kursi-kursi bakso warna merah. Selebihnya, ribuan orang katolik dan non katolik harus rela berdiri berjam-jam untuk mengikuti acara ini.

Pentas Vigili Natal sungguh tak ubahnya sebuah tablo tentang kisah kelahiran Yesus.

Maria dan Yosep berdandan bagus, sementara anak-anak perempuan menarikan gaya balet memerankan tokoh para malaikat yang bersuka cita menyambut kedatangan Mesias. Pun pula para gembala berpesta rohani di padang rumput; sementara para serdadu Roma dengan garangnya mengumumkan perintah sensus jiwa.

Saya bersama Thrung dan Annie terlambat datang… dan hanya bisa berdiri di belakang kerumunan ribuan orang yang menyemut di depan katedral.

Di malam yang super dingin untuk ukuran saya –sekitar 10 celcius—pentas Vigili Natal di Katedral Ayam di Da Nang menjadi hiburan tersendiri. Tentu bukan karena pentas itu menarik –terlebih melihat jarak dekat roman muka pemeran Maria yang memang cakep beneran–, melainkan lebih karena menyaksikan betapa umat katolik di Vietnam sekarang bisa mempraktikkan penghayatan imannya secara bebas dan gembira.

Vietnam resminya memang masih sosialis dan bahkan partai komunis pun masih eksis di negeri bentukan Paman Ho Chi Minh ini. Namun, meski masih “merah” namun toh kebebasan beragama di Vietnam subur dengan meriah.

Butkinya ya di Katedral Ayam di Da Nang. Ribuan orang –mungkin 2.000 an manusia—rela berdiri menyesaki setiap sudut Katedral Ayam ini. (Bersambung)

Photo credit:  Mathias Hariyadi

Artikel terkait:

Serba Natal Rasa Vietnam: Santa Claus Berdemo Ria di Katedral Notre Dame de Saigon (1)

Serba Natal Rasa Vietnam: Natal, Ini Pesta Sekaligus Perayaan Ekaristi (3)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Hoi Ann, Pesona Kota Tua di Central Vietnam (16)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Kalau Ada yang Murah, Kenapa Harus Bayar Lebih Mahal? (15)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Pasar Tradisional Tempatnya Makan Murah (14)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Tips Wisata Murah Meriah ke Vietnam (13)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Di Hadapan Bunda Maria La Vang, Kutumpahkan Air Mataku (12)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Mahalnya Sinar Matahari di Sapa (11)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Cukup 10 Menit ke China dari Vietnam Lewat Lao Cai (10)

Vietnam dalam Tiga Pekan: One Pillar Pagoda Berumur 1.000 Tahun, Koleksi Mausoleum Ho Chi Minh Hanoi (9)

Vietnam dalam Tiga Pekan: “Ziarah” ke Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi (8)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Hanoi Songsong Tahun Baru 2012 (7)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Gereja Katolik Keuskupan Da Lat Terlalu Indah Dilupakan (6)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Katedral Ayam, Jejak Gereja Katolik di Da Lat (5)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Jejak Rekam Perancis di Da Lat (4)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Cinta 5.000 Dong Gadis Hanoi di Da Lat (3)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Bukit Cinta Langbiang di Da Lat (2)

Vietnam dalam Tiga Pekan: Proklamasi Kemerdekaan RI Bermula dari Da Lat (1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here