Siaga Menanti Kehadiran-Nya

0
206 views
ilustrasi - Siaga.

Bacaan 1: Yes 63:16b-17; 64:1. 3b-8
Bacaan 2: 1Kor 1:3 – 9
Injil: Mrk 13:33 – 37

BAGI warga Jakarta, bencana banjir masih merupakan momok dan mengancam setiap saat di musim penghujan.

Dibutuhkan perencanaan matang dan gerak cepat bagai kilat menanggulanginya, sebab banjir bisa datang setiap saat hujan tiba.

Di jaman Pak Ahok sebagai Gubernur Jakarta, ia punya target banjir menggenangi Jakarta tidak boleh lebih dari satu hari.

Ahok dan anak buahnya serta Polda Metro Jaya bahu membahu siap siaga menghadapi banjir.

Beliau memulai gebrakan dengan membangun dinding turap, penyediaan pompa dan alat berat pengangkut sampah. Sementara koordinasi dengan Polda Metro Jaya membentuk satgas banjir yang rela kerja dari pagi hingga malam hari.

Anggota Polda Jaya siap siaga mengurai kemacetan, khususnya di lokasi yang terdampak banjir. Dengan demikian, saat banjir datang maka semuanya bisa diantisipasi dengan baik.

Tuhan Yesus mengingatkan semua orang agar senantiasa siap siaga menantikan kehadiran-Nya yang kedua kali di dunia. Pada saat itu, semua orang akan menghadapi pengadilan akhir. Bagi yang dibenarkan maka akan mendapatkan janji kasih karunia hidup kekal.

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!”

Tuhan Yesus bersabda untuk semua orang tanpa kecuali.

Bersiap siaga artinya, semua orang harus terus mengerjakan keselamatannya sebagai bekal dalam penghakiman akhir nanti.

Nabi Yesaya berdoa kepada Allah memohon tindakan belas kasih-Nya terhadap bangsanya. Israel pasca-pembuangan mengalami krisis iman. Yesaya menyampaikan janji-janji yang luar biasa, tetapi sikap Israel belum juga berubah.

Diawali dengan pengakuan akan dosa mereka dan diakhiri permohonan belas kasihan. Dalam keputusasaan mereka meratap memohon belas kasihan, agar ditarik dari kesesatan. Sebab Allah adalah Bapa bagi semua bangsa yang percaya kepada-Nya.

Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Rasul Paulus mengucap syukur atas kelimpahan karunia yang diterima jemaat dari Tuhan. Rasul mengingatkan agar kasih karunia itu semakin memperkuat iman mereka dan saling mengasihi satu sama lain. Sehingga tidak bercacat saat Hari Tuhan tiba.

Pesan hari ini

Orang percaya harus memandang kepada-Nya dan bertekun dalam pengharapan, kepercayaan, dan kesabaran. Setia mengerjakan keselamatannya dan siap siaga, sehingga tetap tegak kepala saat Hari Tuhan tiba.

Menanti tak selamanya membosankan, siap siaga adalah sesuatu untuk menghilangkan jemu. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here