Umat Katolik: Kesadaran Patuhi Hukum Negara dan Hukum Gereja

0
56 views
Seminar kebangsaan di Paroki Kristus Raja Ogan Komering Ilr, Sumsel, tentang hukum negara dan hukum gereja. (Panitia)

PAROKI Kristus Raja, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Keuskupan Agung Palembang, menggelar seminar kebangsaan dan pencerahan politik. Dengan tema “Mengenali Hukum Negara & Hukum Gereja”. Berlangsung Minggu, 14 Januari 2024.

Seminar ini diikuti oleh umat Katolik Paroki Kristus Raja, Kuasi Paroki St. Yohanes Paulus II Binakarsa, utusan WKRI, Pemuda Katolik, dan ISKA Kabupaten OKI.

Seminar dibuka Pastor Paroki Kristus Raja: Romo Edoardus Ngutra MSC. Dalam sambutannya, ia mengatakan seminar ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk memberi pencerahan kepada umat katolik di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan politik bagi umat Katolik. Khususnya menjelang pesta demokrasi Februari 2024 mendatang.

Enam narsum

Enam pembicara hadir dalam kesempatan seminar hari ini:

  • Sekcam Lempuing Ilham Ansor SSos.
  • Herli Widiyati SH, Kabid Bina Ideologi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten OKI mewakili Eksekutif OKI.
  • Kabid Intel A Kajari Kabupaten OKI Sandi SH mewakili sebagai lembaga Yudikatif.
  • Chemy Maryin Punggar SH, MH dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir.
  • Made Indrawan ST, MH, anggota DPRD Kabupaten OKI mewakili lembaga legislatif OKI.
  • Romo Agustinus Riyanto SCJ dari Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Palembang.

Dalam paparannya, semua narasumber, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan seminar kebangsaan dan politik hari ini.

Saling melengkapi

Secara khusus Sandi SH bicara tentang bagaimana tata aturan hukum di Indonesia; bagaimana jika terkendala atau tersangkut masalah masalah hukum. Ia mengatakan Hukum Negara dan Hukum Gereja merupakan dua hal saling melengkapi.

  • Hukum Negara mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Hukum Gereja mengatur kehidupan umat Katolik dalam lingkup Gereja. “Kedua hukum tersebut harus dipatuhi oleh setiap warga negara, termasuk umat Katolik. Umat Katolik harus memiliki kesadaran untuk mematuhi Hukum Negara dan Hukum Gereja,” ujar Sandi

Herli Widiyati menyampaikan semangat “100% Katolik dan 100% Indonesia” sebagai tema penting. Banyak pahlawan nasional Katolik berkontribusi  bagi negara. Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya. Umat Katolik berhak untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam pemilihan umum.

Chemy Maryin Punggar mengatakan, tema tentang Hukum Negara dengan Hukum Gereja saling terkait dan berkesinambungan. Hukum Negara berlandaskan hukum Eropa Kontinental yang adalah hukum-hukum Kanonik Gereja Katolik. Itu karena kolonialisasi Belanda, maka negara menggunakan hukum-hukum tersebut.

Suasana seminar kebangsaan tentang hukum negara dan hukum gereja dalam konteks hidup berbangsa dan bermasyarakat. (Panitia)

Tentang pemilu 2024

Terkait dengan pemilu, pihaknya berharap seluruh proses pemilu dapat berjalan sesuai prinsip pemilu yang jujur, adil dan berintegritas. “Situasi seperti saat ini juga harus senantiasa dijaga. Agar tetap kondusif, hingga proses pemilu selesai. Teknologi informasi juga akan digunakan untuk memantau dan memastikan kondusifitas dan efektivitas proses pemilihan”, lanjutnya.

Made Indrawan menyampaikan banyak hal terkait fungsi legislatif. Juga tentang bagaimana pengalaman serta perannya selama menjabat anggota DPRD OKI. Seorang anggota DPRD wajib turun ke masyarakat; minimal 12 desa tiap reses. Untuk bertemu masyarakat, menampung setiap aspirasi yang kemudian dibawa dalam pembahasan rapat legislator. “Umat Katolik OKI sejauh ini yang paling siap dalam menyambut pesta demokrasi tahun ini,” ujar Made.

Pencerahan kepada umat

Romo Agustinus Riyanto SCJ menutup seminar dengan paparan bagaimana umat Katolik dipanggil sesuai tugas dan panggilan masing-masing; khususnya panggilan dalam bidang politik-sosial kemasyarakatan.

Jadilah petani yang baik, dokter yang baik, guru yang baik. Itu juga termasuk turut berpolitik, membangun  kebaikan bersama. “Kita adalah satu tubuh. Dalam tubuh yang satu ini, masing masing memiliki tugas yang saling mendukung satu sama lain,” ujar Riyanto

Di akhir seminar, peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada para pembicara. Peserta tampak antusias mengikuti seminar ini dan mengajukan berbagai pertanyaan yang menarik.

Endro Saputro kepada awak media ini menyampaikan, seminar ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk memberikan pencerahan kepada umat. Tentang pentingnya peran umat dalam segala bidang; secara khusus politik sosial kemasyarakatan ini menjelang pemilu mendatang.

“Seminar ini juga merupakan bentuk partisipasi Gereja dalam membangun bangsa dan negara,” ujar HA Sumarno, Ketua PUKAT, dan Dwi Kustanto, Ketua Panitia kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here