Wasiat Terakhir dari Sang Martir

0
265 views
Pastor Andreas Kim Tae-gon

Puncta 23.11.22
Rabu Biasa XXXIII
Lukas 21:12-19

SEBUAH kutipan surat terakhir yang ditulis Pastor Andreas Kim Taegon saat dia menghadapi ajalnya untuk menerima hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.

“……Teman-temanku. Perlu diingat bahwa Tuhan kita Yesus telah datang ke dunia, menderita siksaan yang tak terhitung, dan mendirikan dan membina Gereja-Nya melalui kesakitan dan penderitaan.

Sejak Gereja Katolik diperkenalkan ke Korea sekitar 50 atau 60 tahun yang lalu, orang-orang kita telah menderita karena penganiayaan yang kejam dan banyak umat Katolik -termasuk saya sendiri- telah dimasukkan ke dalam penjara.

Betapa menyedihkannya bagi kami untuk menderita sebagai satu tubuh dan betapa sedihnya secara manusiawi bahwa kita harus berpisah.

Namun demikian, seperti yang Kitab Suci katakan bahwa Tuhan kita bahkan menjaga rambut di kepala kita, apakah penganiayaan ini berdasarkan penyelenggaraan-Nya? …

Pada masa yang sulit ini, untuk menang, kita harus tetap teguh dengan menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuan kita seperti seorang prajurit yang berani dengan senjata yang lengkap di medan perang.

Setelah kita mati, saya mohon untuk merawat keluarga korban… Tidak lama lagi kami akan keluar dari medan perang. Tetaplah teguh, dan marilah kita bertemu di surga.

Tak lama lagi, Allah akan mengirimkan seorang pastor bagi kalian, yang lebih baik daripada saya. Jadi, janganlah bersedih namun lakukanlah amal kasih yang lebih besar dan melayani Tuhan, sehingga kita akan bertemu lagi di rumah kekal Allah.”

Pastor Andreas Kim Tae-gon

Sehari sesudahnya, Pastor Kim menerima hukuman mati di pinggiran Sungai Han di Seoul. Sebelum dipenggal dia masih berkata sebagai sambutan perpisahan kepada algojonya, “Kehidupan abadi saya dimulai dari sekarang.”

Ia menjadi martir yang menyuburkan Gereja di Korea.

Yesus bernubuat tentang penderitaan yang akan dihadapi murid-murid-Nya. Mereka akan ditangkap dan dianiaya.

Karena Nama-Nya, mereka akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Karena membela imannya, mereka akan disesah dan dirajam.

Yesus mengingatkan untuk tetap teguh dalam hati. Justru pada saat itulah para murid punya kesempatan untuk bersaksi. “Tetap teguhlah di dalam hatimu. Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat.” Kata Yesus.

Seperti yang diyakini Pastor Andreas Kim Taegon, dia tetap teguh dalam imannya. Ia membela keyakinannya akan Kristus yang menderita demi keselamatan umat manusia.

Karena Nama Yesus inilah, Kim dan teman-temannya dibenci Kaisar dan para penguasa. Ia yakin akan sabda Yesus, “Kalau kalian bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu.”

Andreas Kim Taegon dikenang sebagai Orang Suci dan dimuliakan dan dirayakan dalam Gereja. Ia menjadi pupuk yang subur bagi benih iman di Korea.

Apa yang dinubuatkan Yesus dalam Injil hari ini dihayati dalam iman yang teguh oleh para martir Kristus. Marilah kita tetap teguh beriman, karena dengan itu kita memperoleh hidup yang kekal.

Ada artis tenar menggadaikan iman,
Menjual Nama Yesus demi ketenaran.
Kalau kita teguh bertahan dalam iman,
Kita akan menerima mahkota kehidupan.

Cawas, tetaplah teguh beriman….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here