Bah… Apa Pula Itu “Latihan Rohani”? (1)

2
3,564 views

[media-credit name=”google” align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]SANTO Ignatius de Loyola memanglah seorang mantan perwira Spanyol. Namun itu cerita usang sebelum akhirnya dia bertobat, berbalik arah (metanoia) dan mulai menekuni hidup religius usai mengalami konflik batin selama menjalani rawat inap gara-gara kakinya terserempet pelor meriam.

Di kemudian hari, konflik batin dan pengalaman-pengalaman rohani itulah yang kemudian dia tulis dan ringkaskan dalam sebuah buku berjudul “Latihan Rohani” atau resminya sesuai bahasa gaul waktu itu adalah Exercitia Spiritualia.

Latihan Rohani atau Exercitia Spiritualia yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Spiritual Exercises memang identik dengan Santo Ignatius de Loyola, pendiri Ordo Religius Serikat Yesus atau akrab dipanggil Yesuit. Latihan Rohani dan Ignatius bak dua sisi mata uang. Ignatius ya Latihan Rohani; Latihan Rohani tak mungkin bisa dilepaskan dari penulisnya yakni Ignatius de Loyola.

Apakah itu “Latihan Rohani”

Secara singkat, Latihan Rohani adalah buku berisi pengalaman batin dan pengolahan rohani Santo Ignatius de Loyola. Kalau di kemudian hari menjadi sebuah program bimbingan rohani, maka Latihan Rohani dalam konteks ini harus dimengerti sebagai  kegiatan khalwat dimana kita tengah menjalani kegiatan rohani di bawah bimbingan seorang spiritual guna menata hidup batin kita menuju arah yang lebih baik dan benar.

Secara prinsipiil, Latihan Rohani resminya berlangsung dalam waktu kurang lebih 30 hari. Ini sering disebut sebagai Retret Agung dimana kita yang menjalani hari-hari khalwat ini bersama pembimbing rohani  berpengalaman menata hidup kita selama 30 hari dalam suasana hening dan menjalani hari-hari itu hanya dengan doa dan laku tapa.

Namun ada “program singkat” Latihan Rohani yang disebut Octiduum yakni retret selama 8 hari penuh dengan tetap mengikuti dinamika latihan rohani sesuai petunjuk buku Latihan Rohani.

Empat “Minggu”

Menjalani khalwat dengan metode Latihan Rohani membawa kita pada perkenalan dengan istilah paling populer di Exercitia Spiritualia ini yakni minggu. Perjalanan khalwat selama 30 hari itu dilakukan dalam empat tahapan yang disebut minggu.

Yang dimaksud dengan istilah minggu ini bukanlah hitungan kalender, namun merupakan tahap-tahapan perjalanan rohani dari satu etape menuju etape selanjutnya. Jadi, mulai dari Minggu Pertama, Minggu Kedua, Minggu Ketiga, dan akhirnya Minggu Keempat yang secara keseluruhan memang memakan waktu kurang lebih selama 30 hari.

Proses perjalanan rohani itu dibuka dengan apa yang disebut dengan renungan pendahuluan tentang Asas dan Dasar atau lazim disebut Principium et Fundamentum. Kita diajak merenungkan dalam cahaya iman tentang apa dan tujuan hidup ini. Mengapa Tuhan menciptakan kita dan apa tujuan hidup kita selama meniti hari-demi-hari di dunia profan ini.

Lalu berlanjut memasuki Minggu Pertama yakni serangkaian renungan tentang hakikat dosa dan kerahiman Tuhan. Berikut adalah Minggu Kedua yang berisi serangkaian renungan biblis tentang kisah mengikuti Yesus. Baru kemudian masuk Minggu Ketiga dimana para peserta khalwat diajak merenungkan passio yakni Kisah Sengsara Yesus untuk kemudian berakhir pada Minggu Keempat tentang peristiwa Yesus yang mulia dengan kebangkitan-Nya.

Retret akhirnya ditutup dengan kontemplasi agar peserta khalwat diajak kembali “turun ke lapangan” masuk ke dalam kehidupan nyata untuk mulai sekarang hidup berbakti kepada Tuhan dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan kasih. (Bersambung)

Photo credit: Mathias Hariyadi

Buku Exercitia Spiritualia karya Santo Ignatius Loyola di Collegio del Gesu, Roma.

2 COMMENTS

  1. Pengasuh ytk,

    Sudah lama saya ingin mengikuti Latihan Rohani, untuk itu perkenankan saya mengajukan beberapa pertanyaan sbb :

    1. Apakah bisa seorang awam mengikuti Latihan Rohani
    2. Bila diperbolehkan, dimana dan bagaimana caranya agar dapat mengikuti Latihan Rohani ?

    Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here