Berdoa dengan Tekun Dikabulkan Tuhan

0
212 views
Nanga Mahap -umat berdoa di gereja paroki.

ADA seorang bijaksana berkata, “Lakukan apa yang dapat Anda lakukan dan berdoalah untuk apa yang tidak dapat Anda lakukan.”

Ada sekelompok remaja yang mengikuti pelajaran ekstrakurikuler renang di sebuah kolam renang.

Ketika sang Guru telah selesai mengambil nilai masing-masing anak, mereka kemudian naik ke lantai atas untuk berganti pakaian. Namun, salah satu dari mereka memilih untuk tetap berenang.

Setelah anak-anak itu tiba di lantai atas, seorang dari mereka menoleh ke jendela, melihat temannya yang masih berada di kolam renang itu melambai-lambaikan tangannya sambil berkata sesuatu.

Karena suaranya tidak terdengar dari atas, ia mengira bahwa temannya itu hanya menyapanya dengan berkata, “Hei, lihat gaya renangku yang keren ini.”

Jadi, ia pun membalas lambaian temannya tersebut. Namun aneh, wajah temannya terlihat pucat dan panik. Temannya yang melihat dari atas langsung memberitahu hal itu kepada sang Guru.

Kemudian mereka bergegas menghampirinya. Ternyata anak yang berada di kolam renang itu mengalami kram kaki, sehingga sulit berenang. Ia hampir tenggelam.

Sebenarnya lambaian tangan tadi menunjukkan bahwa ia ingin meminta pertolongan. Tetapi karena suaranya tidak didengar, temannya pun salah mengerti.

Berani berseru

Dalam hidup ini kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Soalnya adalah banyak orang tidak mau berdoa kepada Tuhan. Akibatnya, meski Tuhan mahatahu, Tuhan salah mengerti terhadap permohonan-permohonan kita. Kita mesti berani mengungkapkan secara jelas apa yang menjadi keinginan diri kita.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mengungkapkan isi hati kita secara jelas ketika kita memohon sesuatu kepada Tuhan. Lambaian tangan anak itu kurang dimengerti dengan baik, karena lambaian tangan itu bermakna ganda. Untung saja ada bantuan, sehingga ia bisa selamat. Ia bisa keluar dari kolam renang itu.

Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Tuhan pasti melihat setiap gerak-gerik kita di muka bumi ini. Namun, sering yang membuat Tuhan tidak membantu kita adalah kita tidak pernah berteriak. Kita tidak berdoa kepadaNya.

Kita merasa diri kita telah mampu melakukan banyak hal, sehingga kita lupa akan sang pencipta kita. Tuhan cuma melihat kondisi kita.

Karena itu, yang mesti kita buat adalah berani berteriak meminta pertolongan dari Tuhan. Jangan berpikir bahwa berdoa hanya menyia-nyiakan waktu. Doa orang yang beriman kepada Tuhan akan didengarkan dan dikabulkan.

Mari kita terus-menerus berdoa kepada Tuhan, karena kita manusia lemah.

Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here