Fransiskan Konventual Berawal di Bogor Tahun 1937: Kursus Dasar untuk Postulan OFMConv

0
332 views
Postulan Fransiskan Konventual datang mengunjungi Panti Rehabilitasi Besamat, Talun Kenas, Deli Serdang. (Romo Fictorium Ginting OFMConv)

DARI tanggal 13-18 Januari 2020, para postulan Ordo Saudara Dina Konventual Provinsi Maria Tak Bernoda Indonesia (OFMConv) mendapat kesempatan mengenal dan mendalami sosok Santo Fransiskus Assisi, pendiri tiga Ordo yang tersebar di seluruh dunia.

Kegiatan ini bertempat di Biara Santa Katarina Tiga Juhar, Deli Serdang, Sumatera Utara. Para peserta berjumlah 14 para saudara Postulan.

Pembawa dan pendamping kursus ini adalah penulis, Saudara Pastor Fictorium Natanael Ginting, OFMConv.

Beberapa hal penting yang dibagikan kepada para peserta adalah melihat secara langsung teks Fransiskus; khususnya tentang teks-teks pertobatan Santo Fransiskus dan juga dokumen ordo tentang hidup para postulan sebagai tahap awal persiapan memasuki masa novisiat.

OFMConv bermula di Bogor tahun 1937

Selain itu, para postulan juga diajak untuk mengenal sejarah kehadiran OFMConv di Indonesia.

Awal mula Ordo Fransiskan Konventual (OFMConv) terjadi di Bogor pada tahun 1937. Para pastor misionaris OFMCon datang dari Provinsi Belanda-Belgia.

Keberadaan mereka di Bogor hanya berlanjut sampai tahun 1961. Barulah sesudahnya, mereka berkarya di Kesukupan Agung Medan; mulai tahun 1967 oleh Pastor Pertama OFMConv asal Indonesia, yakni almarhum Pastor Adeodatus Laibahas OFMConv.

Namun, karya rintisan ini tidak berlangsung lama, karena saudari maut telah menjemputnya pada tanggal 16 april 1967.

Misi OFMConv kemudian dilanjutkan di Keuskupan Agung Medan lewat kehadiran tiga missionaris dari Italia: Pastor Giuseppe Brentazolli OFMConv, Pastor Ferdinado Severi OFMConv, dan Pastor Antonio Murru OFMConv.

Menjadi Provinsi mandiri

Karya OFMConv selanjutnya berkembang. Sejak tanggal 8 juni 2019 resmi sudah menjadi Provinsi Mandiri.

Karya para Saudara OFMConv ada di sejumlah keuskupan di Indonesia: Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Atambua, Keuskupan Tanjungkarang, dan Keuskupan Tanjung Selor.

Kurun waktu  tahun 2007 sampai 2013, para Saudara Konventual pernah berkarya di Tamdue, Napu, Palu di wilayah gerejani Keuskupan Manado dan pada tahun 2015 membuka misi di Passabe, Timor Leste.

Para Postulan di Panti Rehabiltasi.

Pertobatan St. Fransiskus Assisi

Pada akhir kursus ini, hari Jumat tanggal 18 januari 2020, para Postulan diajak mengenal, memahami dan mengalami secara langsung pengalaman pertobatan Santo Fransiskus.

Salah satu tahap penting pengalaman pertobatan Santo Fransiskus adalah pertemuan dengan orang kusta.

Para postulan diajak untuk mengalami secara langsung pengalaman Sang Santo yang dituangkan dalam wasiatnya dengan mengunjungi Panti Rehabilitasi Kusta, Besamat, Deli Serdang.

Dalam perjalanan menuju lokasi yang berdurasi sekitar 40 menit dengan menggunakan mobil, para Postulan diajak untuk membaca dengan membaca teks Wasiat Santo Fransiskus ayat 1 sampai 3.

Demikianlah bunyinya.

“Beginilah Tuhan menganugerahkan kepadaku, Saudara Fransiskus, untuk mulai melakukan pertobatan. Ketika aku dalam dosa, aku merasa amat muak melihat orang kusta. Akan tetapi Tuhan sendiri menghantar aku ke tengah mereka dan aku merawat mereka penuh kasihan. Setelah aku meninggalkan mereka, apa yang tadinya terasa memuakkan, berubah bagiku menjadi kemanisan jiwa dan badan; dan sesudahnya aku sebentar menetap, lalu aku meninggalkan dunia.” (Was. 1-3: FF 110. 1-3; dari Karya- karya Fransiskus oleh Leo Laba Ladjar OFM).

Para Postulan diajak membaca teks ini berulang-ulang dan merenungkannya secara pribadi selama dalam perjalanan.

Sesampainya di tempat, kemudian pendamping memberi keterangan singkat tentang makna dan tafsiran teks wasiat.

Setelahnya, para Postulan kemudian secara langsung berdialog dan berbagi bersama dengan para pasien penyakit kusta yang tinggal di panti rehabilitasi ini

Pertemuan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama dan rekreasi bersama.

Para Postulan sangat antusias dengan seluruh kegiatan selama satu pekan ini. Khususnya pengalaman langsung bertemu, berbicara, berdialog, berdoa dan berbagi bersama saudara-saudari di Panti Rehabilitasi Kusta Besamat.

Selama masih ada waktu marilah kita berbuat baik (St. Fransiskus).

Pace e bene.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here