Lentera Keluarga – Rekonsiliasi Keluarga

0
196 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XIIV

Kamis, 11 Juli 2019. 

Bacaan: Kej 44:18-21.23b-29; 45:1-5; Mzm 105:16-17.18-19.20-21; Mat 10:7-15.

Renungan: 

YUSUF tahu kecurangan saudara-saudaranya, maka ia menggunakan “trik” untuk memastikan bahwa saudara dan ayahnya dalam kondisi selamat.  “Trik” bukan untuk maksud jahat dan memuaskan balas dendam dari sakit hati atas perlakuan yang dibuat oleh saudara-saudaranya. Ia tahu kelicikan dan perlakukan buruk saudara-saudaranya tetapi ia tidak membiarkan diri dikuasai dendam, sakit hati; apalagi “mengunyah” dan membicarakan masalah itu terus menerus.   Ending dari perjumpaan ini sungguh indah  “Demi keselamatanmu Allah mengutus aku ke Mesir”. Yusuf menangkap seluruh rangkaian peristiwa sebagai bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan keluarga. 

Yusuf menjadi teladan bagi kita pribadi yang bijak berhadapan dengan “kelicikan-kejahatan” saudara-saudaranya; ia pribadi yang menang atas penngalaman buruk masa lalu; ia juga pribadi yang mampu melihat pengalaman pahit kehidupan dari ending yang dikehendaki Allah.

Bagi kita yang masih sakit hati dan dikuasai balas dendam atas perlakuan buruk pasangan, orang tua, saudara-saudara kita; bagi kita yang masih “mengunyah” pengalaman buruk dan “membahasnya” berkali-kali; Bagi kita yang sulit untuk menangkap kehendak Tuhan atas pengalaman buruk dan pahit yang kita alami. Mari kita belajar dari pengalaman Yusuf. Bersyukurlah atas ending yang indah dan rencana Tuhan di balik semua pengalaman itu : “Demi keselamatanmu Allah mengutus aku mengalami semua itu….”.

Kontemplasi:

Masuklah dalam hati Yusuf dan galilah sumber kekuatan rohani dari Yusuf.

Refleksi:

Apakah aku berani melepaskan pengalaman buruk masa lalu? Mampukan aku melihat ada rencana Tuhan dibalik semua peristiwa yang sekarang ini aku lalui? 

Doa:

Ya Bapa, terima kasih atas pribadi Yusuf yang menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kami untuk melepaskan sakit dimasa lalu dan mensyukuri rencana Tuhan yang ada sekarang ini. 

Perutusan:

Janganlah mengunyah, merenungkan dan membicarakan keburukan masa lalu; lihatlah bahwa sekarang Tuhan telah memberikan ending yang baik pada anda. 

(Morist MSF –  www.misafajava.org)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here