Pelita Hati: 02.04.2019 – Buah dari Setia

0
671 views

Bacaan Yohanes 5:1-16
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.(Yoh.5:5-9)

Sahabat pelita hati,
RASANYA sulit memahami bahkan membayangkannya sekalipun kisah seorang lumpuh yang sudah tigapuluh tahun berbaring di salah satu serambi kolam Bethesda ini. Ia mengharapkan penyembuhan dari riak yang ditimbulkan oleh air kolam itu namun ia selalu terlambat dan tak mampu mencapai ke bibir kolam. Maklum ia lumpuh dan tak ada seorang pun yang peduli membantunya. Dipastikan ia tak punya saudara dan tak seorangpun mempedulikannya. Inilah gambaran seorang yang ada dalam ketidakberdayaan. Namun orang ini rasanya tak patah semangat, ia tetap berharap dan berusaha walau secara kasat mata tetap sia-sia.

Sahabat terkasih,
Tuhan tak pernah meluputkan setiap umat-Nya yang tekun dan setia. Menyaksikan kesetiaan si lumpuh itu, Ia tergerak hati-Nya dan memerintahkannya untuk berdiri dan mengangkat tilam. Sebuah pemandangan yang tentu saja mengejutkan, bukan saja bagi si lumpuh tetapi juga bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi hari itu adalah hari sabat.

Sahabat terkasih,
Pelita sabda hari ini menegaskan bahwa Tuhan akan memperhitungkan usaha dan kesetiaan kita.  Karenanya kita tak boleh hilang harapan apalagi putus asa.  Selalu ada buah bagi yang setia. Dan buah itu teramat sangat manis rasanya walau harus penuh perjuangan mendapatkannya. Marilah kita belajar setia dari si lumpuh yang teramat sangat istimewa ini. Semoga di masa prapaskah ini pun kita semakin diteguhkan dalam memperjuangkan kesetiaan sambil percaya bahwa Ia akan melimpahkan berkat kasih-Nya. Percayalah, ada buah bagi yang  setia.

Terimalah salam kami,
‘tuk sahabat-sahabat pelita hati.
Ya, Tuhan mampukan kami,
setia hingga di akhir nanti.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here