Pelita Hati: 15.02.2020 – Takterbendung Belas kasih-Nya

0
414 views

Bacaan Markus 8:1-10

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. (Mrk.8:1-9)

Sahabat pelita hati,

KISAH Yesus memberi makan empat ribu orang ini menegaskan bahwa hati-Nya tidak bisa berhenti untuk berbelas kasih dan berbuat kasih. Ia tidak tega melihat orang menderita. Hati-Nya tak bisa diam jika ada orang yang berkekurangan. Di sini Tuhan mengajari para murid agar peduli kepada sesama. Jika pun kita berkekurangan atau tak berkelebihan, tak boleh menghentikan kehendak untuk membantu sesama terutama yang lebih menderita. Kuncinya adalah memohon berkat kepada-Nya. Sebagaimana Yesus memberkati tujuh roti yang dapat dibagi-bagi untuk empat ribu orang demikian juga kita harus percaya bahwa Tuhan juga akan melipatgandakan niat baik kita untuk berbagi berkah kepada sesama. 

Sahabat terkasih,

Saya gembira melihat ada begitu banyak komunitas atau gerakan sosial yang diabdikan bagi pelayanan kepada sesama terutama yang lemah, menderita, berkekurangan dan terpinggirkan. Inilah wujud  karya nyata sebagai perpanjangan tangan kasih Tuhan kepada sesama. Tidak harus dengan pelayanan dalam skala besar, mulai dari pelayanan sederhana pun tidak mengapa. Terpenting adalah niat baik kita untuk berbelarasa dan berbelas kasih kepada sesama. Ingatlah kata-kata bunda Theresa dari Calcuta, “Jika kita tidak mampu memberi makan kepada seratus orang cukuplah kita memberi makan kepada sepuluh orang.” Yang terpenting adalah bukan besar dan banyaknya karya tetapi niat hati dan ketulusan kita untuk berbagi kepada sesama sesuai dengan kemampuan kita.

Inilah dia Pujakesuma
putra Jawa kelahiran Sumatera.
Berbelas kasihlah kepada sesama,
terutama yang lemah dan menderita.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here