Pelita Hati: 22.09.2019 – Tak Mengabdi Mamon

0
672 views

Bacaan Lukas 16:1-13

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Luk. 16:10.13)

Sahabat pelita hati,

ADA dua (2) tema yang dapat kita renungkan, yaitu,

Pertama, Tuhan memuji bendahara yang tidak jujur.  Bagaimana sabda ini harus dimengerti?
Kedua, pesan Tuhan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan,  yakni kepada Allah sekaligus kepada mamon. Apa itu “mamon”?

Sahabat terkasih,

Jika Tuhan memuji bendahara yang tidak jujur, bukan maksudnya Tuhan membenarkan tindak ketidakjujuran. Yang dipuji Tuhan adalah usaha bendahara untuk mencari cara dengan cerdik ketika ia ada dalam pusaran kesulitan. Ia tidak menyerah tetapi dengan cerdik menghadapi liku-liku hidup dengan beragam tantangannya. Karenanya ketika diberhentikan oleh tuan nya ia tetap dapat melanjutkan hidupnya berkat perhatiannya pada orang-orang yang pernah berhutang kepadanya. Cara cerdik bendahara inilah yang dipuji oleh Tuhan. Ia berhasil mengambil hati Tuhan.

Sahabat terkasih,

Tuhan juga mengangkat tema tentang “mamon” yang dapat kita maknai sebagai kekayaan atau rumah harta benda. Apakah mamon itu buruk dan jahat? Tentu saja tidak. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Banyak contoh di sekitar kita yang meletakkan harta kekayaan sebagai sarana mengabdi Tuhan walau memang jauh lebih banyak orang yang mengejar kekayaan sebesar-besarnya, bahkan dengan menghalalkan cara mendapatkannya. Salah satu nabi dalam Perjanjian Lama (nabi Amos) pernah mengkritik dengan keras kecenderungan orang yang mendewakan penumpukan harta tanpa niatan untuk menjadi berkat bagi sesama, bahkan kalau bisa ‘mengakali’ mereka yang tidak berdaya dan miskin. Orang-orang inilah yang disebut pengabdi Mamon. Inilah yang ditentang oleh Tuhan.

Sahabat terkasih,

Sebagai murid Kristus, kita tidak semestinya menjauhi mamon atau kekayaan dan harta milik. Kita semua diberi talenta dan kesempatan untuk mengumpulkan kekayaan, namun bukan sebagai tujuan hidup melainkan sebagai sarana untuk mengabdi Allah dengan menjadi berkat bagi banyak orang, terutama yang miskin, menderita dan berkekurangan. Semoga kita mampu mengusahakan dan mewujudkannya.

Ke Semarang membeli lumpia,
lumpia istimewa lezat rasanya.
Mampukan hamba untuk setia,
mengabdi Tuhan hingga pada akhirnya.

Taman Doa Maria “Ratuning Katentreman lan Karaharjan”. Gantang
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here