Puncta 07.12.18. Matius 9:27-31  Dilarang Malah Melakukan

0
413 views
Ilustrasi: Orangtua dan anak. (Ist)

MUNGKIN Yesus tidak belajar tentang parenting atau sebaliknya Yesus paham tentang psikologi anak.

Dalam teori parenting, orangtua diharapkan tidak menggunakan kata “jangan” kalau melarang anaknya. Alasannya anak tidak paham istilah negasi. Larangan harus dirumuskan secara jelas. Anak juga belum mampu membuat kesimpulan sendiri.

Misalnya kalau di gereja anak jangan teriak-teriak. Si anak tidak otomatis menyimpulkan saya harus diam. Fokus anak bukan pada kata “jangan” tetapi “teriak-teriak”.

Begitulah Yesus mengatakan pada dua orang buta yang telah disembuhkan itu dengan kalimat “Jangan seorang pun mengetahui hal ini” dengan kata lain “Jangan bilang-bilang”.

Tetapi dua orang itu keluar dan memasyurkan Yesus ke seluruh daerah itu.

Dalam teori parenting, larangan “jangan” atau “tidak boleh” tidak mudah masuk dalam pikiran anak. Semakin dilarang justru semakin nekad. Maka orangtua diminta secara kreatif mencari istilah yang tepat mengganti kata “jangan”.

Misalnya jangan teriak diganti ibu sudah mendengarmu sayang. Jangan buang sampah sembarangan. Menjadi sampahnya ditaruh di tempat yang benar. Jangan malas. Ayo lebih rajin lagi nak.

Bisa jadi Yesus paham tentang psikologi ini sehingga Dia memakai kata “jangan”. Di balik itu orang buta tadi tidak fokus pada larangannya, tetapi justru lebih konsen untuk mewartakan mukjizat yang dibuat Yesus kepada semua orang.

Yesus menyindir kita yang sering menjawab: “Nggih nggih,  ning ora kepanggih” (Ya, ya tapi tidak berbuat).

Maka Dia melarang: “Jangan memberitahukan kepada siapa pun”.

Orang-orang buta itu justru berseru-seru memasyurkan Yesus. Mungkin kita ini menjadi orang yang  tuna; tunanetra, tunarungu, tunasusila, tunaadab dll.

Mari kita datang mohon disembuhkan oleh Yesus.

Masa Adven menjadi masa pembaharuan diri bagi kita orang berdosa ini. Beningnya air di Kalimantan. Dulu pernah kuminum di jalan. Kita yang sudah disembuhkan. Disuruh Tuhan untuk mewartakan. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here