Temu Wawan Hati dengan 1.857 Katekis se-KAS, Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko Terisak Nangis

0
714 views
Pertemuan wawan hati antara para katekis se KAS dengan Uskup KAS. (Panitia)

DI hadapan 1.857 katekis, Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengungkapkan kekaguman dan rasa terharunya dengan pengabdian para katekis inisiasi selama ini. Baik katekis yang muda maupun tua.

Ini terjadi dalam acara “Wawan hati Katekis Inisiasi Bersama Uskup”. Acara ini digagas Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang dan terjadi di Aula Laudato Si’ Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (20/10/2019).

“Melihat sekian banyak katekis yang berkumpul, saya merasa bangga, senang sekali. Saya terharu dan meh menangis. Saya yakin bahwa Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang tidak akan terlantar. Karena dari waktu ke waktu selalu ada umat yang bersedia terlibat melayani umat,” ungkap Mgr Rubiyatmoko terbata-bata.

Mgr. Rubiyatmoko menyampaikan homili.

Lebih lanjut diungkapkan demikian.

“Peran katekis sangat luar biasa dan bisa menancap di hati umat beriman. Makjleb. Katekis adalah guru iman dalam membentuk kepribadian seseorang dalam beriman pada Tuhan. Peran dan kehadiran katekis sangat penting,” tegas Mgr. Rubiyatmoko.

Pantas diacungi jempol

Bapak Uskup KAS ini juga meyakini bahwa banyak katekis tetap semangat mengajar, meskipun banyak tantangan. Banyak katekis bisa tegar, berkat rahmat Tuhan dan doa kita yang tak kunjung henti.

“Anda semua pantas diacungi jempol, karena mengantarkan banyak orang pada Tuhan untuk mengalami keselamatan,” tambah Uskup KAS yang doktor Hukum Gereja lulusan Universitas Kepausan Gregoriana, Roma ini.


Mendengarka syering Katekis muda.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pelayanan para katekis, Bapak Uskup KAS lalu berprakarsai menjalin kerjasama dengan Komisi Kateketik dan para Romo Paroki. Itu dalam bentuk program pendampingan atau pembinaan katekis, kaderisasi katekis, dan menyediakan buku-buku terkait katekese iman umat.

“Jika membutuhkan buku-buku untuk pengajaran, silakan mengajukan anggaran ke Keuskupan lewat paroki. Ada dana dari KPG atau Kolekte Pelayan Gereja. Dana ini diperuntukkan untuk mendukung karya para pelayan Gereja,” tutur Uskup yang dikenal lucu sekaligus Ketua Komisi Seminari KWI ini.

Jajak pendapat

Wawanhati yang berlangsung dari pagi sampai sore tersebut berisi syering pengalaman sebagai katekis, penyampaian review hasil jajak pendapat katekis, penyampaian motivasi sebagai katekis, wawanhati dengan Bapak Uskup Agung Semarang; lalu  ditutup dengan Perayaan Ekaristi syukur.

Sekaligus pada kesempatan yang istimewa itu, BapaK Uskup menyerahkan Surat Tugas kepada para katekis inisiasi periode 2020-2024.

Katekis dari Paroki St Petrus Sambiroto Semarang.

Dalam penyampaian hasil jajak pendapat, Romo Antonius Tejo Kusumantono Pr, memaparkan bahwa ada 1.090 responden (katekis) yang telah mengisi jajak pendapat di masing-masing kevikepan sebelum acara wawan hati ini.

“Ada 42,6 persen katekis menyatakan sudah berkarya lebih dari 10 tahun. Dan ada 14,2 persen katekis yang berkarya sekitar setahun. Dan lainnya melayani sebagai katekis dalam rentang 2-8 tahun. Artinya, hampir separuh katekis sudah berkarya cukup lama,” urai Romo Tejo.

Lebih lanjut diungkapkan, “Ada 52,4 persen katekis merasa sangat senang dan 43,4 persen senang menjadi katekis karena memperoleh pengalaman yang menyenangkan.”

“Bahkan ada 79,8 persen katekis menyatakan bahwa menjadi katekis membuat hidup menjadi lebih berarti,” tambah Romo yang berkarya di Paroki Promasan, Sendang Sono ini.

Romo Tejo juga menguraikan bahwa dalam jajak pendapat itu diakui bahwa kehadiran para katekis sukarelawan sangat membantu peran para imam dalam pembinaan dan pendampingan iman umat.


Suasana wawan hati.

Oleh karena itu, ada usulan sekaligus harapan agar selalu diadakan penyegaran spiritualitas para katekis, kaderisasi katekis muda paroki, serta pembekalan katekis secara sistematis, berkesinambungan dan terencana.

Menindaklanjuti harapan dan usulan yang muncul dari jajak pendapat tersebut, dalam wawan hati dengan Bapak Uskup ini, juga ada sesi penyegaran motivasi menjadi katekis.

Hadir sebagai motivator adalah Romo Cassianus Teguh Budiarto Pr. Dengan gaya kocak dan menarik, Romo Teguh memnberikan penyegaran bagaimana menjadi katekis sebagai tulang punggung Gereja dan rekan kerja Allah pada zaman ini.

Lusia Eka Naning selaku MC menyampaikan perolehan kolekte yang disumbangkan ke seminari.

Peduli Seminari

Acara wawan hati katekis inisiasi dipuncaki dengan Perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin oleh Mgr. Rubiyatmoko.

Hadir sebagai konselebaran dalam misa adalah:

  • Romo Antonius Dodit Haryono Pr, Ketua Komisi Kateketik KAS.
  • Romo Antonius Tejo Kusumantono Pr,(Ketua Komisi Kateketik Kevikepan DI Yogyakarta.
  • Romo Alexius Dwi Aryanto Pr (Vikep Kedu).
  • Romo Leo Agung Sardi SJ, Rektor Seminari Mertoyudan.
  • Romo Yohanes Gunawan Pr, staf formator Seminari.
  • Romo Cassianus Teguh Budiarto Pr dari Keuskupan Purwokerto.

Dalam misa tersebut para katekis mengucapkan pembaruan komitmen sebagai katekis.  

Bapal Uskup meneguhkan dan memberikan berkat atas komitmen mereka. Lalu Bapak Uskup menyerahkan Surat Tugas sebagai katekis kepada perwakilan empat katekis dari ke-4 kevikepan di KAS.

Para seminaris menjadi misdinar.

“Proficiat kepada para katekis yang sudah menerima Surat Tugas dari Bapa Uskup. Surat tersebut tidak untuk dipamerkan atau di-’sekolah’-kan, tetapi untuk meneguhkan karya pelayanan Anda sebagai katekis di paroki masing-masing,” demikia harap Romo Dodit selaku ketua Komkat KAS sekaligus ketua panitia wawan hati.

Atas kemurahan hati para katekis dan panitia, seluruh hasil kolekte disumbangkan untuk biaya pendidikan calon imam di Seminari Mertoyudan. Hasil kolekte terkumpul Rp. 20.565.100,-.

Pada tahun 2019/2020 ini ada 237 seminaris yang sedang digembleng di kawah candradimuka Mertoyudan. Mereka berasal dari 18 keuskupan di Indonesia.

Kenangan akan pesan Paus St. Yohannes Paulus II

Wawan hati katekis se-Keuskupan Agung Semarang ini mengingatkan akan peristiwa 30 tahun yang lalu.

Pada tanggal 10 Oktober 1989 lalu, Paus Yohanes Paulus II memimpin Perayaan Ekaristi di Lapangan Dirgantara Adisucipto Yogyakarta.

Panitia dan para seminaris.

Bapa Suci mengapresiasi dan mendoakan para katekis awam yang telah mengabdikan diri dan ikut mengembangkan iman Katolik. Pada waktu itu, Bapa Suci Yohanes Paulus II mengungkapkan sebagai berikut.

“Wahai para katekis yang terkasih, dengan penuh pengurbanan dan pengabdian, Anda telah memberikan yang terbaik dari hidup Anda demi berkembangnya Kerajaan Allah di sini. Karya-karya Anda itu merupakan mutu manikam yang indah dan sangat berharga bagi seluruh Gereja. Maka, Gereja sangat menghargai karya-karya Anda itu. Karena itu saya dengan ini menyampaikan penghargaan, berkah dan doa khusus bagi Anda dan seluruh keluarga Anda”.

Kredit foto: Tim Komsos, Panitia Wawan hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here