Sukri Kaslan, Nama Samaran Romo Kurris SJ (2)

0
2,717 views

DIAM-diam ternyata mendiang Romo Rudolphus Kurris SJ suka menulis. Ia rajin mencatat hal-hal sederhana yang mungkin tidak menjadi perhatian orang lain.

Ia membukukan dokumen-dokumen penting dan semua peninggalan berharga di Gereja Katedral Jakarta. Baru di kemudian hari,  Romo Kurris lalu membangun sebuah “museum” di Gereja Katedral.

Lebih dari itu, Romo Kurris juga menulis setidaknya enam buku. Keenam buku yang telah terbit ini berbicara tentang berbagai hal: mulai dari kisah pengalaman, sampai hal-hal lain yang  barangkali tidak menjadi minat kebanyakan para penulis buku.

Sebuah buku roman berjudul  Terlepas sebelum Terusap muncul dari Penerbit Sinar Harapan. Karena waktu itu amat jarang para pastur “berani” menulis roman percintaan, maka Romo Kurris pun memilih alias yakni “R. Sukri Kaslan” sebagai nama samarannya.

Pernah saya dengar dari mendiang Romo Wisnumurti Murtrisunu SJ di Kolese Gonzaga Jakarta tahun 1990-an, nama itu sengaja diambil Romo Kurris dari namanya sendiri yang dibalik.

“Ku” dari “Kuris”.  Huruf “S” diambil dari huruf pertama namanya hingga membentuk ucapan “kuris”.  Sementara huruf “R” adalah kependekan nama babtis Romo Kurris yakni Santo Rudolphus yang kemudian secara gampang terucapkan dengan kata singkat: Rudi.

Sementara, nama “Kaslan” konon diambil dari nama seorang koster yang pernah melayani sebuah paroki.

Karya Romo Kurris SJ berikutnya adalah buku keluaran Penebit Obor yang berjudul Sejarah Seputar Gereja Katedral Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menuju Santiago: Panduan bagi Peziarah-peziarah ke Kota Santiago Compostella adalah buku catatan perjalanan Romo Kurris SJ saat melawat ke Santiago, Spanyol.

Buku sejarah lainnya adalah Terpencil di Pinggiran Jakarta: Satu Abad Umat Katolik Betawi. Inilah sebuah buku yang berkisah tentang seluk-beluk umat katolik di Paroki St. Servatius Kampung Sawah di Jatiasih, Bekasi.

Satu buku lagi berjudul Sang Jago Tuhan yang kali ini muncul dari Penerbit Kanisius Yogyakarta.

Yang lebih mengherankan lagi, ternyata Romo Kurris juga menulis buku sejarah gereja tentang munculnya umat katolik di Tapanuli dengan judul Pelangi di Bukit Barisan terbitan Kanisius Yogyakarta.

Sumber:  Gereja Paroki St. Servatius, Kampung Sawah, dalam Facebook.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here