- Bacaan 1: Am 3:1-8; 4:11-12
- Injil: Mat 8:23-27
“Mendengarkan” merupakan proses aktif dalam menggunakan telinga dan pikiran untuk menangkap, memahami serta merespon suara atau informasi yang disampaikan. Sedangkan “mendengar”, maknanya terlihat sama namun sejatinya berbeda. “Mendengar” sekadar aktifitas fisik untuk menerima suara tanpa harus memahaminya.
Sejak awal kisah penciptaan, Tuhan senantiasa berbicara melalui firman-Nya, melalui Gereja, sesama bahkan musuh, dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perikop Amos hari ini dikisahkan “Bangsa Pilihan” Allah yaitu Israel, yang sepertinya sudah terbiasa “mendengar” sabda-Nya namun firman-Nya yang masuk melalui telinga tak pernah sampai ke hati.
Jadi masalahnya bukan apakah Tuhan masih berbicara namun,
“apakah aku masih mau mendengarkan-Nya?”
Dalam Kitab Suci, mendengarkan berarti mau memperhatikan, menerima, menaati serta mengubah hidup. Jadi, bukan sekadar mendengar suara atau mengetahui firman Tuhan. “Bangsa Pilihan” Allah itu sebenarnya mendengar nubuat Amos namun mereka tidak sungguh mendengarkan.
Dalam perikop hari ini, Allah berencana menghukum mereka (menuntut tanggung jawab). Hukuman-Nya tak pernah tanpa sebab, pasti ada sebabnya yaitu atas dosa dan kejahatan mereka. Maka untuk menjelaskan hukuman Allah tersebut Nabi Amos menggunakan gaya bahasa retoris, seperti:
- Dapatkah dua orang berjalan bersama jika tidak bersepakat?
- Apakah singa mengaum jika tidak ada mangsa?
- Apakah jerat menangkap burung tanpa perangkap?
- Apakah sangkakala ditiup di kota tanpa membuat orang takut?
Berbeda dengan injil Matius hari ini, para murid masih berusaha belajar percaya pada Yesus meski tidak memahami keilahian Yesus. Dalam kisah ini, Tuhan Yesus meredakan badai angin yang mengamuk dan mengubahnya menjadi danau Galilea yang tenang.
Tuhan bersabda, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”
Pesan hari ini
Bangsa Israel kuno meski dipilih menjadi “Bangsa Pilihan” namun tak pernah “mendengarkan” meski mendengar sabda-Nya.
Sejatinya Tuhan terus berbicara kepadaku saat ini hingga selama-lamanya. Namun, apakah aku mendengarkan-Nya? Karena saat hatimu terbuka untuk mendengarkan, di situlah pertobatan dan pembaruan hidup dimulai.
“Ada lebih banyak kehidupan saat kamu mendengarkan hatimu.”














































