Bacaan Digital Mengubah Kebiasaan Membaca dan Menulis

0
161 views
Ilustrasi.

NAMANYA adalah Naomi S. Baron. Ia seorang profesor linguistik. Tahun 2013, ia menemukan perbedaan sejumlah aspek penting dari kegiatan membaca; antara bacaan tercetak dan bacaan digital.

Cara membaca berbeda

Di antaranya adalah preferensi pembaca, gerak mata, serta performa kognitif.

Pada tahun 2015, ia menyatakan bahwa membaca di layar kaca dirasa lebih nyaman, lebih hemat biaya, serta lebih banyak sajian yang dapat diakses. https://psycnet.apa.org/record/2015-05844-000.

Namun demikian, ada juga kekurangannya. Di antaranya adalah pembaca mudah tergoda oleh berbagai sajian lain yang juga tampil pada layar kacanya. Akibatnya, kurang fokus. Dan, tentu saja juga kurang tuntas dan kurang mendalam.

Perubahan cara menulis

Perubahan juga terjadi para cara menulis.

Tulisan menjadi lebih singkat dan padat. Misalnya, tulisan yang sedang pembaca hadapi ini diusahakan ‘hanya’ sekitar 500 kat.

https://rockcontent.com/blog/how-long-should-a-blog-post-be/

Sajian semacam ini tentu tidak detil dan mungkin kurang lengkap.

Bagi pembaca yang ingin mempelajari lebih lengkap dan mendalam disarankan melanjutkan sendiri penelusurannya melalui berbagai bentuk sajian lain yang bersifat integratif.

Di antaranya adalah literature review, integrative review, research synthesis, intergrative research review, meta ethnography, serta melalui meta analysis.

MR Bold dan K. Wagstaff tahun 2017 menemukan satu perubahan yang lain, yaitu cara membuat ‘catatan pinggir’.

Para pembaca tentu sering mencantumkan ‘komentar’ spontan terhadap pesan teks tertentu dari bacaan yang sedang dihadapinya. Komentar atau tanggapan tersebut sering dituliskan di tepi teks sebagai ‘catatan pinggir’.

Pengalaman pribadi, selain mengalami kesulitan membuat catatan pinggir juga kesulitan dalam mencantumkan tanda-tanda koreksi.

Belakangan kesulitan membubuhkan tanda koreksi sudah dapat diatasi dengan ketersediaan aplikasi Mark up text with edits dari Adobe Acrobat. https://helpx.adobe.com/acrobat/using/mark-text-edits.html misalnya.

Dari waktu ke waktu, berbagai usaha telah ditempuh oleh para penyedia bacaan digital. Di antaranya adalah penyediaan paratext (2014), baik peritext maupun epitext, dan hypertextuality (2020).

Paratext merujuk kepada semua komponen dari bahan bacaan, tetapi bukan termasuk dalam gagasan intinya. Di antaranya adalah judul, prolog, penulis, pengantar, catatan kaki, informasi tentang penulis, dsb.

Penulis belum tentu terlibat dalam penyediaan paratext itu. https://www.studysmarter.co.uk/explanations/english-literature/literary-devices/paratext/

Dalam bacaan digital, tentu penyajian paratext seperti dalam bacaan tercetak menjadi kurang menarik karena terlalu panjang.

Delapan belas paragraf tulisan Jessica McDonald (2017) yang berjudul Reading Text and Paratext in the Digital Era: Douglas Coupland’s Jpod dapat disebut salah contoh model penulisan bacaan digital yang mengintegrasikan paratext ke dalam bacaan inti.

Paratext serta bacaan inti dibuat sendiri oleh penulisnya.

Intinya ia membahas tentang Jpod-nya Douglas Coupland yang dikenalkan tahun 2006. Ia memulai tulisannya dengan pertanyaan Coupland yang ada di halaman belakang sampul depan bukunya. Yaitu, “Have you recently reduced your paper-based work flow?”

Kemudian, dilanjutkan dengan telaahnya tentang penggunaan Jpod.

Dalam tahun 2019, Tully Barnett mengembangkan konsep hyperparatextuality sebagai salah satu cara pandang untuk membaca yang mendalam dari bacaan digital.

Kata ‘hyper’ di sini menunjukkan sesuatu yang berada di luar lingkup paratext. https://orcid.org/0000-0003-0269-5814

Model integrasi paratext dan bacaan inti yang dibuat oleh McDonald itu bisa jadi merupakan salah satu contoh dari konsep hyperparatextuality Barnett.

Inilah sepintas yang terjadi pada bacaan digital.

Tampaknya, tidak lama lagi, bacaan tercetak akan menjadi masa lalu. Kita semua mesti bersiap diri memasuki bacaan digital dengan cara berbeda.

Semoga.

Pontianak 30 Ag 23

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here