Bergulat dalam Tegangan

0
192 views
Ilustrasi - Narkoba. (Ist)

Renungan Harian
Minggu, 18 April 2021
Minggu Paskah III
Bacaan I: Kis. 3: 13-15. 17-19
Bacaan II: 1Yoh. 2: 1-5a
Injil: Luk. 24: 35-48
 
SAAT saya ngopi bareng dengan seorang teman, teman saya sharing tentang pergulatan hidupnya.

“Mo, pergulatan hidupku amat berat. Sering berpikir bahwa kalau seorang pecandu narkoba, direhabilitasi lalu sembuh dan tidak akan pakai lagi. Tidak Mo, tidak sesederhana dan segampang itu.
 
Mo, rehabilitasi itu yang paling penting dan utama adalah menumbuhkan kesadaran dalam diri bahwa apa selama ini membahayakan hidup saya, menumbuhkan kesadaran untuk berani mengubah hidup dengan lebih baik.

Memang di tempat rehabilitasi ada berbagai hal yang saya terima agar lepas dari ketergantungan itu. Tetapi apakah keinginan itu hilang?

Belum Mo, belum hilang. Keinginan untuk menggunakan tetap ada, apalagi kalau lagi ada masalah, stress dan cemas keinginan itu amat kuat.

Saat-saat seperti itu pergulatan untuk bertahan tidak memakai dan berpegang pada kesadaran diri bahwa aku mau hidup lebih sehat dan lebih baik, amat berat.
 
Saat-saat seperti itu saya amat yakin kalau di depan saya ada barang haram itu, aku pasti pakai. Dorongan untuk mencari kuat banget, dan saya yakin saya bisa mendapatkan dengan mudah.

Mo, saat seperti itu saya hanya bisa berteriak dalam hati: “Tuhan, tolong aku.” Apakah Tuhan terus datang menolong saya? Tidak juga Mo, he…. he. Tetapi, saya punya keyakinan dan harapan bahwa dia pasti menolong saya entah dengan cara apa.
 
Pikiran saya sederhana Mo. Seperti waktu saya kecil, ketika saya jatuh dan terluka, saya berteriak memanggil mama saya. Mama saya datang menolong, dan entah bagaimana rasanya waktu itu semua lalu beres.

Padahal luka tetap ada, dan sakitnya masih sama ketika saya terjatuh. Jadi kalau saya berteriak pada Tuhan, keinginan saya untuk menggunakan barang haram itu tetap masih ada, dan stress serta cemas saya tetap masih ada; tetapi entah bagaimana saya dibuat kuat untuk bertahan tidak memakai dan berjuang menyelesaikan masalah tanpa barang haram itu.
 
Itu baru satu pergulatan Mo, lain kali aku cerita pergulatanku yang lain,” teman saya mengakhiri sharing-nya.
 
“Wow, pengalaman iman yang luar bisa,” seruku dalam hati.

Pengalaman akan Tuhan menjadikan dia kuat dan tetap berjuang untuk hidup lebih baik. Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Yohanes, perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit meneguhkan mereka.

“Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini.”
 
Bagaimana dengan aku? Bagaimana pengalamanku dengan Tuhan yang bangkit?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here