Berhala

0
1,287 views

“Sebab mereka sendiri bercerita tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar.” (Tes 1,9). 

EMOSI AS terpantik saat santer beredar kabar bahwa patung isterinya ID bakal dihancurkan oleh sekelompok orang. Dia berang dan menantang mereka yang berniat membongkar untuk berhadapan satu per satu. Dari pada dirobohkan, patung tersebut akhirnya diamankan dahulu.

Perobohan patung memang sering terjadi juga beberapa waktu yang lalu, seperti: patung Tiga Mojang di kompleks Perumahan Harapan Indah; patung Akar Manusia di titik nol kilometer Yogyakarta; patung Gatotkaca, patung Semar dan patung Bima di Purwakarta, dsb. Perobohan patung-patung tersebut dilakukan dengan alasan porno dan menjadi berhala.

Berhala merupakan istilah yang berkaitan dengan sebuah keyakinan. Kamus Bahasa menyebutkan bahwa berhala merupakan sesuatu yang disembah dan dipuja oleh masyarakat. Kebiasaan ini rupanya cukup umum terjadi pada jaman dahulu. Sebelum mengenal agama-agama resmi, mereka masih menghormati dan menyembah sesuatu yang dianggap suci dan disakralkan, seperti pohon suci, batu suci, buku suci, patung suci. Seorang pribadi, sebagai leluhur atau cikal bakal sebuah tempat pun, sering dihormati dan disakralkan; dipuja dan disembah.

Pengalaman iman setiap orang, kelompok dan masyarakat memang berbeda-beda dari tempat yang satu dengan tempat lain; dari jaman yang satu dengan jaman lainnya. Pengalaman iman tersebut terjadi berdasarkan situasi dan kondisi tertentu kehidupan mereka; berdasarkan relasi-relasi antara mereka dengan yang disucikan atau disakralkan. Yang bisa dilakukan sesungguhnya kesediaan untuk memahami kehidupan mereka; menghormati iman dan keyakinan mereka; menerima mereka dengan segala keunikannya; menyadari bahwa kehidupan bersama ternyata nampak indah dengan aneka ragam manusia dengan segala adat, kebiasaan, dan keyakinan mereka.

Akan lebih baik kalau setiap orang atau kelompok orang melihat dirinya sendiri, dari pada melihat atau mengamat-amati orang lain; merefleksikan pengalaman hidupnya dari pada memeriksa hidup orang lain; memperdalam iman dan keyakinannya dari pada menilai sesat orang lain; berusaha hidup baik dan benar sesuai dengan keyakinan imannya dari pada merusak simbol-simbol keyakinan orang lain. Penghayatan yang benar akan iman atau keyakinan biasanya membuat orang makin berserah kepada Allah; tidak merasa kuatir, takut dan terancam oleh orang lain yang berbeda keyakinan iman; tidak terganggu dengan benda-benda hasil seni budaya bangsa.

Berhala yang harus diwaspadai bukanlah benda-benda hasil seni budaya; tetapi diri sendiri yang sering dikuasai oleh berbagai keinginan yang tidak teratur, berbagai nafsu hewani dan manusiawi yang bergejolak, emosi yang meledak-ledak dan sukar dikendalikan, kepentingan diri dan kepentingan sempit lainnya. Hal-hal itulah yang membuat manusia menjadi berhala atau brahala (Jw), bubrah tur ala.

Hal-hal apa saja yang selama ini telah membuat diriku menjadi berhala atau brahala, sehingga diriku tidak dapat mengabdi Allah yang hidup dan benar? Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here