Doa tak Jemu-jemu

0
421 views
Ilustrasi - Berdoa di gereja. (Ist)

Sabtu, 12 November 2022

  • 3Yoh. 5-8.
  • Mzm. 112:1-2,3-4,5-6.
  • Luk. 18:1-8;

KETIKA segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sikap yang kita ambil serba salah, bahkan Tuhan terasa jauh dan doa-doa menjadi begitu kering dan tidak menumbuhkan semangat serta greget dalam hidup.

Pengalaman kering dan terbenam di dalam labirin kehidupan hingga sulit menemukan jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi membuat banyak orang menyerah dan tidak mau tahu lagi.

Meski seakan kekeringan melanda hati kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia bahkan mencari jalan untuk mengarahkan kita pada kehendak-Nya.

Bukan Tuhan tidak mendengarkan doa kita, namun kadang kita yang memaksa Tuhan untuk mengikuti kemauan kita, harapan kita, mimpi-mimpi kita.

Seorang ayah mensyeringkan pengalamannya menemani anaknya yang sakit.

“Saya awalnya berontak pada Tuhan, mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doaku; tetapi malah memberikan beban penderitaan yang sangat berat bagi anakku dan keluargaku,” katanya.

“Sejak menikah, saya berdoa untuk mempunyai keluarga yang sehat, setia dan bahagia,” lanjutnya.

“Tuhan mengabulkan doa saya hanya pada awal pernikahan namun setelah isteri saya mengandung, rentetan permasalahan datang silih berganti,” ujarnya.

“Isteriku melahirkan dengan anak yang berkebutuhan khusus,” lanjutnya.

“Saya berat sekali menerima kenyataan ini, namun saya tidak bisa harus menjaga perasaan isteriku,” paparnya.

“Ingin rasanya berontak kepada Tuhan, apa salah kami hingga kami menerima kondisi seperti ini,” lanjutnya.

“Pahit rasanya melihat anakku yang tumbuh dalam ketidaknormalan,” imbuhnya.

“Dalam doa saya ingin berperkara dengan Tuhan, supaya Tuhan melakukan tindakan yang mengatasi kesusahan kami ini,” lanjutnya.

“Namun kemudian saya batalkan, karena semua ini adalah hasil doaku, saya telah minta Tuhan memberikan seorang anak, dan sekarang Dia telah memberikan kepada kami,” sambungnya.

“Saya bicara dengan isteriku dan dia dengan hati yang tulus, mengajakku bersyukur kepada Tuhan atas anak dan semua yang dikaruniai kepada kita,” paparnya.

“Tuhan memberikan apa yang pantas dan baik bagi keluarga kita, Dia tidak akan memberikan hal yang tidak baik bagi umat-Nya,” lanjut isteriku.

“Meski tidak sesuai harapan dan kemauan, namun jangan sampai kita menolak dan berperkara dengan Tuhan. Salib ini akan membawa keselamatan bagi kelaurga kita,” tegasnya.

“Doa yang tekun juga harus didasari kepercayaan yang penuh akan apa yang dikaruniakan Tuhan kepada kita,” urainya.

Dalam bacaan Inji hari ini kita dengar demikian,

“Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu. Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”

Perumpamaan ini menunjukkan betapa besar kuasa yang timbul dari kegigihan.

Usaha dan berdoa tak jemu-jemu, tanpa mengenal rasa bosan, akan membuahkan hasil.

Tuhan Yesus memberikan contoh bagaimana hal itu bisa berhasil di hadapan seorang hakim yang lalim, tidak takut akan Allah, dan tak menghormati seorang pun.

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya?

Apabila kita berdoa tak jemu-jemu, kita akan semakin dekat dengan Tuhan hingga dapat mengenal-Nya lebih dalam.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku berdoa secara teratur dan penuh kepercayaan pada Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here