Film “Center Stage: on Pointe”, Perjuangkan Mimpimu

0
687 views
Film “Center Stage: on Pointe”

BAYANG-bayang ketenaran saudari tuanya membuat Bella Parker (Nicole Munoz) memilih diam.  Padahal talenta menarinya cukup mengagumkan.  Namun Bella tidak ingin dikatakan mendompleng ketenaran saudarinya, Kate Parker, sebagai pebalet ulung.  Ia memilih menekuni modern dance dengan dasar balet.

Dalam film Center Stage, on Pointe (sebaiknya menyaksikan film sebelumnya Center Stage:  Turn It Up) Akademi Ballt Amerika (ABA) tengah mengalami krisis.  Nasib perbaletan kurang beruntung.  Balet menjadi sesuatu yang klasik (baca:  kuno) dan tak populer di kalangan umum.  Lebih jauh lagi, ABA terancam bangkrut.  Para penyandang dana ABA mulai berteriak-teriak.  Perlu sesuatu yang baru untuk mendongkrak akademi ini.

Jonathan Reeves (Peter Gallagher) ditugasi untuk mengangkat nama ABA.  Ia bersama rekan-rekannya sang pengelola sekaligus trainer mencoba untuk mendesain balet dengan paduan modern dance.  Pengelola ABA setuju dengan gagasan itu.  Mulailah rekruitmen peserta.

Center-Stage-on-pointe-feature

Bella Parker adalah salah satu peserta yang berhasil direkrut.  Demi otonomi dirinya ia menyembunyikan identitasnya. Ia tidak mau hidup dalam penilaian yang keliru.  Ia melepaskan diri dari bayang-bayang kakaknya.

Film untuk remaja ini kemudian mengajak penonton untuk melihat bagaimana para peserta ballet pilihan itu mengikuti pelatihan khusus selama enam minggu.

Masa pelatihan mereka memotret dengan jelas gejolak kehidupan masa remaja para pemain.  Masing-masing peserta menampilkan kehebatannya.  Lalu disusul dengan adegan iri hati, persaingan, mencari nama dan juga grouping.

Kendati film ini tentang balet, tapi nyatanya tidak terlalu menunjukkan keagungan dan kehebatan balet.  Yang terpokok ialah proses untuk bermetamorfosis sebagai pembalet yang andal.

Tak lupa dibeberkan bagaimana Bella Parker berdamai dengan Allegra, pembalet berbakat. Atau kisah kejujuran Candie tentang pembocoran rahasia identitas Bella kepada teman-temannya.  Kisah kerjasama peserta untuk sukses dengan memberi waktu tambahan untuk berlatih juga merupakan potongan cerita yang memotivasi para penonton.

Film yang diangkat dari seri layar kaca ini kendati tidak terlalu menghebohkan tetapi cukup cocok untuk tontonan para remaja.  Beberapa pelajaran tentang hidup bersama seperti yang dikisahkan di atas dapat memberi inspirasi bagi para remaja.  Terlebih peran Bella yang menampilkan karakter sebagai remaja yang ingin mandiri dan menunjukkan talentanya.

Ini pesan baik untuk para penonton dari tokoh Bella, “Perjuangkan mimpimu. Kamu pasti mampu dari dirimu sendiri.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here