Home BERITA Jejak Sabda 16 Juli 2026: Tuhan tidak Pernah Pergi

Jejak Sabda 16 Juli 2026: Tuhan tidak Pernah Pergi

0
247 views
Ilustrasi - Pamitan pergi. (Ist)

Mat 11: 28-30

ADA masa-masa ketika hidup terasa begitu berat.

Beban pekerjaan menumpuk, keluarga menghadapi persoalan, kesehatan menurun, ekonomi tidak menentu, relasi retak, dan masa depan tampak penuh ketidakpastian.

Di tengah keadaan seperti itu, kecemasan, kesedihan, dan rasa putus asa mudah menguasai hati. Kita mulai bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?”

Padahal, sering kali bukan Tuhan yang menjauh. Kitalah yang tanpa sadar berjalan sendiri.

Kita sibuk mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri, memikirkan segala kemungkinan, mengkhawatirkan hari esok, tetapi lupa melibatkan Tuhan. Seolah-olah semua persoalan harus diselesaikan oleh kemampuan kita sendiri.

Situasi zaman sekarang memperlihatkan hal itu dengan jelas. Banyak orang hidup dalam tekanan.

Informasi yang datang tanpa henti, tuntutan pekerjaan, masalah ekonomi, konflik dalam keluarga, bahkan kecemasan akan masa depan membuat hati mudah lelah. Tidak sedikit orang kehilangan harapan karena merasa sendirian memikul salib hidupnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Hari ini, Yesus masih mengulurkan tangan-Nya kepada kita. Dia ingin kita membawa kecemasan, kesedihan, atau rasa putus asa kepada-Nya.

Datanglah kepada Yesus. Di dalam hati-Nya selalu ada tempat untuk setiap orang yang lelah. Bersama Yesus, kita tidak berjalan sendirian.

Yesus tidak pernah menjanjikan hidup tanpa salib. Namun, Ia berjanji akan selalu menyertai kita.

Ketika Tuhan kita libatkan dalam peziarahan hidup, melalui doa, kepercayaan, dan penyerahan diri, mungkin persoalan tidak langsung hilang. Namun hati menjadi lebih kuat, langkah menjadi lebih tenang, dan kita menemukan harapan untuk terus berjalan.

Beban yang dipikul bersama Tuhan selalu terasa lebih ringan daripada beban yang dipikul sendirian.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sedang berjuang sendiri, ataukah aku sungguh berjalan bersama Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo