Menemukan Kebahagiaan dalam Rasa Syukur

0
58 views
Ilustrasi pria tua duduk di kursi roda di sebuah taman. Ilustrasi dibuat oleh Copilot

DI siang hari yang begitu cerah, saya merasa sangat bosan di dalam rumah karena kebetulan hari weekend tidak ada perkuliahan. Jadi, saya pergi ke rumah saudara. Karena di rumah saudara juga tidak ada orang, saya pergi ke sebuah taman tidak jauh dari rumah itu.

Tiba di sana, saya ambil gambar pemandangan taman, selfie di sana karena tempatnya sangat bagus dan bersih. Selesai foto-foto, saya duduk di sebuah kursi di taman sambil melihat hasil foto-foto yang saya ambil.

Tidak berapa lama, seorang bapak lewat di depan saya sambil mendorong kursi rodanya sendiri. Lesu, dia menatap saya. Tidak minta apa-apa. Hanya lewat menuju tempat duduk lain di taman itu.

Saya perhatikan dia hanya menatap orang lain yang duduk di kursi tersebut lalu pergi. Tidak jadi duduk. Saya berpikir, mungkin bapak ini takut atau ada alasan lain yang tidak saya ketahui.

Karena saya prihatin dengan kondisinya, saya belikan dia sebotol air mineral dan satu bungkus roti. Setelah itu, saya menghampiri si bapak dan memberikan roti itu. Tiba-tiba, bapak itu menangis sambil mengucapkan terima kasih. Saya bertanya mengapa bapak sendirian di taman ini padahal kakinya sakit. Bapak itu menjawab bahwa dia adalah korban tabrak lari sehingga kakinya lumpuh.

Dia mulai bercerita. Dia hidup sebatang kara dan berjuang mencari makan setiap hari dari atas kursi rodanya. Bapak itu hanya mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang berkunjung di taman itu agar bisa makan setiap hari.

Mendengar cerita bapak itu, hati saya tersentuh. Saya menyadari betapa seringnya saya merasa tidak bersyukur dalam hidup, sering kali merasa insecured dengan keadaan diri sendiri. Namun, pertemuan dengan bapak ini membuat saya merasa menyadari, betapa beruntungnya hidup saya saat ini.

Ketika pulang dari taman itu, saya berjalan sambil merenung dan dalam hati berjanji untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah saya miliki. Saya sadar, ketika saya mampu bersyukur dengan yang sudah saya terima hari ini, saya akan bahagia dan tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain.

Saya menyadari bahwa hal-hal yang sering kali tidak saya syukuri dalam hidup ternyata sangat diinginkan oleh banyak orang di luar sana.

Ubania Simanjuntak, Mahasiswi STP Bonaventura Keuskupan Agung Medan
Medan, 17/06/2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here