Mengerucut Menyembah Allah

1
439 views
Mengerucut menyembah Allah.

SALAH satu cara dalam meditasi Jawa untuk memfokuskan hati dan pikiran agar  meditasi mengarah ke Hyang Kuasa  dilakukan dengan “mandeng pucuking grana” atau memandang pucuk hidung. Jika dipandang pucuk hidung menyerupai segitiga.

Memandang pucuk hidung dimaknai memusatkan perhatian pada Tuhan yang ada diatas (surga).

Masyarakat Jawa dan juga masyarakat di beberapa daerah di Indonesia dan dunia juga menggunakan pralambang untuk mengingat “yang diatas” dengan bentuk atap rumah atau bangunan yang mengerucut ke atas.

Design atap ini juga digunakan untuk bentuk bangunan gereja. Banyak bangunan gereja yang menggunakan atap bentuk kerucut.

Bentuk lain kerucut dalam konteks mengingat Hyang diatas yaitu iKon (simbol) tangan tanda syukur,  yang saat ini sering dipergunakan untuk melambangkan sikap doa, syukur dan terima kasih. IKon ini dilambangkan dengan dua telapak tangan yang disatukan dan menyerupai kerucut.

Rumah-Ku, Bait Allah, rumah ibadat, oleh Yesus hendak dikembalikan pada fokus tujuan awal sebagai rumah doa, rumah beribadat dan rumah pengajaran iman.

Rumah yang dikerucutkan dan fokus untuk menyembah Allah.

Mengerucutkan doa dengan  kepercayaan akan diterimanya rahmat Allah, diletakkan pada dasar bangun segitiga kerucut dalam tobat dan berdamai tidak mengantongi persoalan dengan orang lain.

Refleksi kerucut segitiga dalam konteks rumah  doa dan sikap doa membawa pada simbolisasi yang lain yakni kesatuan Allah Bapa, Allah PutEra dan Allah Roh Kudus yang ada di tiga sisi.

Fokus doa menyembah Allah mengerucut juga menyembah Tri Tunggal Maha Kudus.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here