Orang Buta yang Luar Biasa

0
447 views
Penyanyi Kodi Lee menangi America Got Talent (Ist)

Puncta 14.11.22
Senin Biasa XXXIII
Lukas 18: 35-43

KODI LEE (24) adalah pemuda penyandang autis dan buta. Pada tahun 2019, ia ikut ajang pencarian bakat di America’s Got Talent.

Suaranya jernih dan indah. Sambil bermain piano dia menyanyikan lagu A Song for You milik penyanyi Donny Hathaway.

Para penonton terpesona dan terharu mendengar lengkingan suara Kodi yang merdu.

Simon Cowell salah satu juri menyebut penampilan Kodi Lee benar-benar luar biasa.

“Saya tidak tahu seperti apa rasanya hidup di dunia Kodi. Yang saya bisa lihat adalah hubungan ibu dan anak yang sangat mengagumkan dan suaramu benar-benar fantasis,” kata juri yang dikenal selalu memberi penilaian jujur apa adanya.

“Suaramu indah sekali. Terima kasih banyak sudah mempercayai ajang ini (untuk menunjukkan bakat). Saya akan selalu mengenang saat ini sepanjang hidup saya,” lanjut Cowell.

Kendati mengalami kebutaan dan autis, Kodi Lee berhasil membuktikan jika kekurangan yang dimilikinya tak menghalangi perjalanan hidupnya hingga menjadi sukses.

Ia berhasil menepis rintangan dalam dirinya. Ia juga mengabaikan penilaian orang banyak yang menyepelekan dan merendahkan.

Di pinggir jalan kota Yerikho, ada orang buta yang duduk mengemis. Ia mendengar orang banyak lewat dan ramai membicarakan seseorang.

Ia bertanya, “Ada apa itu?” Kata orang kepadanya, “Yesus, orang Nasaret sedang lewat.” Ia langsung berseru, “Yesus, Anak Daud kasihanilah aku.”

Tetapi orang-orang merasa terganggu dengan teriakannya. Mereka menyuruhnya diam. Namun dia mengabaikan teguran orang-orang, malah makin kuat berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihailah aku.”

Orang buta ini tidak putus asa, kendati orang banyak menghalang-halangi dan menyuruhnya diam, tetapi ia makin kuat berseru. Orang banyak yang menghambat tidak menyurutkan niatnya.

Yesus mengerti dan memahami keinginan si buta ini. Ia minta orang mengantarkan si buta kepada-Nya.

Yesus mengambil inisiatif dengan bertanya, “Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?” Yesus menawarkan bantuan.

Orang buta itu memohon, “Tuhan, semoga aku melihat.” Itulah harapan terbesar dalam hidupnya. Ia ingin bisa melihat.

Yesus langsung menanggapi, “Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Saat itu juga orang buta itu melihat.

Reaksi pertama yang dia lakukan adalah mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Ia tidak lagi duduk di pinggir jalan dan mengemis, tetapi bangkit mengikuti Yesus dan memuliakan Allah.

Orang buta itu tidak disebutkan namanya, anonim. Si pengarang Injil berharap agar pembaca ikut masuk di dalam kisahnya.

Bisa jadi, kita yang membaca adalah si buta itu sendiri. Kita bisa memposisikan diri sebagai tokoh si buta itu.

Apakah dalam keterbatasan, kelemahan, hambatan dan rintangan, kita berani datang kepada Yesus dan memohon kepada-Nya? Ataukah kita hanya duduk diam saja?

Iman dan usaha orang buta itu dapat menjadi contoh bagi kita yang sedang terpuruk.

Jangan pernah berhenti untuk berseru-seru, berdoa memohon, kendati hambatan sangat besar. Yesus pasti akan mengabulkannya.

Suara merdu Frangky Sahilatua,
Lagu Gadis berkebaya Siti Julaika.
Jika kita terus menerus berdoa,
Tuhan akan mendengarkannya juga.

Cawas, imanmu jangan pernah mundur…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here