Orang Muda, Masa Kini Gereja dan Berilah Mereka Kesempatan Berkiprah

0
279 views
Ilustrasi - Kaum muda Paroki Kleca Surakarta. (Petrus Gian Pratama Putra)

SELALU ada sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh pemimpin Gereja atau bahkan umat sendiri mengenai peran kaum muda dalam kehidupan menggereja.

  • Apakah masih perlu kaum muda aktif dan berkecimpung dalam kehidupan menggereja?
  • Apakah Gereja memberikan wadah bagi kaum muda untuk dapat ikut ambil bagian dalam pelayanan?
  • Dan yang terpenting, apakah Gereja masih membutuhkan kaum muda?

Apa dan siapa “Gereja”

Dari sini perlunya kita sebagai warga Gereja melihat terlebih dahulu siapakah “Gereja” itu?

Gereja dalam arti luas adalah persekutuan umat Kristiani yang mengimani Kristus. Maka perlu kita sadari juga, kaum muda yang beriman pada Kristus juga dapat disebut sebagai bagian dari Gereja.

Namun sering kali yang menjadi problem adalah bagaimana Gereja menempatkan kaum muda sebagai influencer; sejatinya kaum muda akan menjadi generasi-generasi masa kini Gereja.

Paus Fransiskus dalam Dokumen Christus Vivit artikel 64 mengatakan: “Setelah menerima inspirasi dari Sabda Allah, kita tidak dapat mengatakan bahwa orang muda hanyalah masa depan Gereja: mereka adalah masa kini, mereka sedang memperkaya kita dengan keterlibatan mereka.”

Paus menyadari pentingnya peran orang muda bagi Gereja masa kini. Orang muda tidak lagi disebut-sebut sebagai masa depan Gereja.

Namun, orang muda adalah masa sekarang Gereja di mana orang muda adalah pribadi-pribadi yang mampu berkreasi dan berinovasi dengan perkembangan zaman yang ada.

Sehingga kemudaan Gereja dapat menjadi tempat bagi orang muda untuk berkarya dan berdaya bersama Gereja.

Berilah kesempatan

Gereja perlu memberi tempat serta mendorong dan memberi kepercayaan kepada orang muda untuk terlibat dan berinovasi dalam perkembangan serta pelayanan di lingkup Gereja.

Dalam Surat Paulus kepada Timotius sangat jelas dikatakan:

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4: 12).

Generasi orang muda tentu membutuhkan sosok pribadi yang dapat menjadi teman perjalanan iman mereka, mereka butuh didukung, didengarkan, dan dibantu untuk mampu menumbuhkan semangat pelayanan dan kesetiaan dalam iman mereka.

Orang muda hendaknya tidak di-judge sebagai pribadi yang mageran atau malesan. Namun mereka perlu diberi tempat untuk bisa berkembang dan mengasah kreativitasnya.

Paroki-paroki sejatinya harus memiliki seorang pendamping orang muda yang mampu diajak untuk berpikir, berdiskusi, dan berjalan bersama orang muda.

Paroki juga harus berani terbuka dengan kehadiran orang muda dan mampu menjadi teman seperjalanan iman bagi orang muda masa kini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here