Home BERITA Paus Leo: Bunda Maria, Teladan Sempurna Sesuai Harapan Gereja

Paus Leo: Bunda Maria, Teladan Sempurna Sesuai Harapan Gereja

0
129 views

DALAM Audiensi Umum mingguan dan pada perayaan Santa Perawan Maria dari Fatima, Paus Leo XIV menekankan bahwa Santa Perawan Maria adalah teladan sempurna, anggota, dan Ibu Gereja.

Pada pesta Santa Perawan Maria dari Fatima tanggal 13 Mei, Paus Leo XIV menyoroti bagaimana Santa Perawan Maria menjadi teladan, anggota, dan ibu komunitas gerejawi, serta mengajarkan semua umat beriman untuk mencintai dan melayani Gereja.

“Misteri Gereja juga tercermin dalam diri Perawan Maria: di dalam dirinya, umat Allah menemukan gambaran asal-usul mereka, teladan mereka, dan tanah air mereka,” katanya dalam katekese pada Audiensi Umum hari Rabu di Lapangan Santo Petrus Vatikan.

“Dalam Bunda Tuhan, Gereja memandang misterinya sendiri, bukan hanya karena Gereja menemukan dalam dirinya teladan iman yang murni, kasih keibuan, dan perjanjian kasih yang dipanggil untuk dijalani, tetapi terutama karena di dalam dirinya Gereja mengenali pola dasar dirinya sendiri, sosok ideal dari apa yang dipanggil untuk menjadi dirinya.”

Paus Leo XIV melanjutkan seri katekesenya mengenai dokumen-dokumen Konsili Vatikan II, dengan kembali merefleksikan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja tahun 1964, Lumen Gentium, yang bab terakhirnya berfokus pada Perawan Maria.

Apakah saya meminta bantuan Maria?

Dalam menekankan bagaimana Bunda Maria dapat menjadi teladan bagi Gereja, Paus mengajak umat beriman untuk “memohon bantuannya, melalui perantaraannya, agar kita dapat menanggapi apa yang diminta dari kita melalui teladannya.”

Dalam hal ini ia mengajukan serangkaian pertanyaan untuk membantu kita berefleksi:

  • “Apakah saya menjalani partisipasi saya dalam Gereja dengan iman yang rendah hati dan aktif?
  • Apakah saya mengenali di dalam Gereja komunitas perjanjian yang diberikan Allah kepada saya untuk menanggapi kasih-Nya yang tak terbatas?
  • Apakah saya merasa bahwa saya adalah bagian hidup dari Gereja, dalam ketaatan kepada para gembala yang diberikan Allah?
  • Apakah saya memandang Maria sebagai teladan, anggota istimewa dan Bunda Gereja, serta memohon bantuannya agar saya menjadi murid setia Puteranya?”

Teladan, anggota, dan Ibu Gereja

Mengutip Lumen Gentium, Paus menunjukkan bahwa dokumen tersebut mengajak kita untuk mengenali dalam diri Maria “teladan, anggota utama, dan ibu seluruh komunitas gerejawi.”

Dibentuk oleh rahmat Allah dan dengan menerima Yesus melalui iman serta “kasih yang murni,” Maria adalah “teladan sempurna sebagaimana harapan Gereja: ciptaan Sabda Tuhan dan ibu anak-anak Allah, yang dilahirkan dalam ketaatan terhadap karya Roh Kudus,” jelas Paus.

Ia juga menekankan bahwa Maria adalah “anggota unggul komunitas gerejawi” karena ia adalah “orang beriman par excellence” dan terbuka tanpa syarat terhadap misteri ilahi.

Kemudian Paus menyoroti bahwa Maria adalah “ibu seluruh Gereja” karena ia “melahirkan anak-anak” dalam Kristus dan semua umat beriman dapat “berpaling kepadanya dengan keyakinan sebagai anak, dalam kepastian bahwa mereka didengar, dilindungi, dan dikasihi.”

Seorang perempuan ikon misteri

Paus kemudian menjelaskan bahwa ketiga karakteristik ini dapat dirangkum dengan mendefinisikan Perawan Maria sebagai “seorang perempuan yang menjadi ikon Misteri.”

Ia menekankan bahwa kata “perempuan” menyoroti kenyataan historis dari putri muda Israel ini, yang dianugerahi untuk menjadi ibu Yesus.

Sementara kata “ikon” menunjukkan bahwa “di dalam dirinya terpancar pilihan cuma-cuma dari Allah dan persetujuan bebas imannya kepada-Nya.”

“Karena itu Maria adalah perempuan yang menjadi ikon Misteri, yakni rencana keselamatan ilahi yang dahulu tersembunyi dan kini dinyatakan sepenuhnya dalam Yesus Kristus,” katanya.

Semoga kasih terhadap Gereja bertumbuh

Paus juga mencatat bahwa “Konsili telah meninggalkan ajaran yang jelas tentang tempat unik yang diperuntukkan bagi Perawan Maria dalam karya penebusan.”

“Satu-satunya pengantara keselamatan adalah Yesus Kristus,” dan ibunya “mendorong persatuan langsung umat beriman” dengan-Nya, jelas Paus Leo XIV sambil mengutip Lumen Gentium.

Terakhir, Paus memohon Roh Kudus agar menganugerahkan kepada semua orang rahmat untuk hidup sepenuhnya dalam Gereja.

“Setelah merefleksikan secara mendalam Konstitusi Lumen Gentium, marilah kita memohon kepada Perawan Maria agar memperoleh bagi kita karunia ini: semoga kasih kepada Bunda Gereja Kudus bertumbuh dalam diri kita semua,” tutupnya.

Sumber: Vatican News hasil karya Isabella H. de Carvalho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo