Pendamaian dengan Tuhan

0
36 views
Ilustrasi Yesus memberkati seorang anak

Bacaan 1: Yl 2:12-18

Bacaan 2: 2Kor 5:20 – 6:2

Injil: Mat 6:1-6,16-18

Dalam sebuah relasi, pengkhianatan adalah sesuatu yang sungguh mengecewakan. Kekecewaan  adalah bagian alami dalam kehidupan yang dapat dirasakan dan dialami oleh siapa pun. Terkadang, perasaan kecewa bisa membuat hati terasa hancur dan terluka.

Sejak Adam dan Hawa membuat dosa dengan melanggar perintah makan buah terlarang, maka mereka berdua terusir dari Taman Eden. Allah pastinya sangat kecewa karena merasa dikhianati oleh mereka. Namun Allah tidak tinggal diam, Ia tetap mengupayakan pemulihan relasi-Nya dengan manusia.

Hari ini umat katolik sedunia memulai masa pra paskah, yaitu pada Hari Rabu Abu.

Abu dan puasa dalam tradisi Yahudi menyatakan duka cita, keprihatinan, penyesalan dan pertobatan. Kita bisa menemukannya dalam Est.4:1; Ayb.42;6; Dan 9;3 Yun.3;5-6.

Dalam pada itu, Nabi Yoel mengingatkan cara pertobatan yang benar:

“Sekarang,” beginilah firman Tuhan,

“…berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh.”

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu dan ajak seluruh umat menjalani pertobatan.

Dalam peneguhannya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus tentu mengalami perlawanan yang berat akibat perbedaan cara hidup sebelum dan sesudah menjadi Kristen. Mereka sebelum dibaptis terjebak dalam kehidupan bebas yang amoral menurut ukuran umum dan Kitab Suci.

“Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.”

Demikian pesannya mengingatkan jemaat di Korintus.

Sebab tubuh duniawi kita akan hancur sedangkan jiwa masih melanjutkan kehidupan, tergantung penghakiman Allah apakah binasa kekal atau hidup kekal.

Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya kepada orang banyak juga mengingatkan cara menjalani pertobatan yang benar, yaitu tidak boleh pamer:

  • Puasa
  • Derma
  • Doa

Saat melakukan kebaikan namun hanya untuk “Show” maka upahnya adalah pujian manusia. Namun jika dilakukan secara tersembunyi, Allah-lah yang memujimu.

Pesan hari ini

Allah sungguh mengasihimu, Ia menanti dirimu berbalik kepada-Nya.

Semoga pemberian abu sebagai pengingat akan ketidakabadian dan mendorong pertobatan sejati. Tuhan senantiasa memanggilmu hidup dalam kekudusan serta kesempurnaan

“Percayalah, Tuhan akan selalu setia kepadamu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here