- Bacaan 1: Kis. 1:1-11
- Bacaan 2: Ef. 1:17-23
- Injil: Mat. 28:16-20
Hari ini Gereja Katolik sedunia merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Mengenang peristiwa Kenaikan-Nya sekaligus menandai selesainya misi Tuhan di dunia serta janji pernyertaan-Nya hingga akhir zaman.
Perayaan yang juga membuktikan keilahian Tuhan Yesus bahwa Dia-lah Tuhan. Satu-satunya catatan “Seseorang” diberitakan naik ke surga dengan banyak saksi mata yang meyaksikan-Nya.
Kebangkitan dan Kenaikan-Nya ke surga juga mengungkapkan kebenaran iman, Yesus telah dipermuliakan Allah Bapa. Sebuah gambaran langkah masuk yang defintif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga. Kenaikan-Nya ke surga sekaligus menandai dimulainya karya Roh Kudus dalam sejarah manusia memberi kesaksian tentang kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke surga.
Dalam salam perpisahan-Nya dengan para murid Dia berpesan agar tetap di Yerusalem menantikan Roh Kudus:
“…telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Tuhan Yesus mengatakan telah menerima segala kuasa baik di bumi dan di surga. Suatu pernyataan yang tidak mungkin diucapkan manusia biasa. Sebelum berpisah dengan para murid, Tuhan memberikan “Empat Perintah Terakhir-Nya”:
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
- Karena itu pergilah,
- jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
- baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
- ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Hak kuasa di bumi dan di surga tersebut juga dituliskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada Gereja di Efesus sekaligus penegasan bahwa Yesus adalah Kepala Gereja:
“…segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”
Pesan hari ini
“Empat Perintah Terakhir” Tuhan Yesus telah kita terima sebagai “Amanat Agung” yang harus dilaksanakan. Mari bermisi bersama-Nya sebab Dia berjanji menyertai kita umat-Nya melalui kehadiran Roh Kudus dalam hati kita masing-masing.
“Perpisahan memang tak akan pernah mudah karena sifat dasar manusia ingin memiliki, bukan melepaskan.”














































