Relasi Vertikal dan Horisontal

0
36 views
The power in the cross of Jesus

Bacaan 1: 2Tim 2:8-15

Injil: Mrk 12:28b-34

Bagi umat katolik, salib adalah simbol kemenangan. Lewat salib itu, Tuhan Yesus telah wafat membebaskan seluruh umat manusia dari dosa untuk menjadi layak di hadapan Allah dan kembali bersatu dengan-Nya.

Bagi sebagian orang, salib justru dimaknai secara berbeda yaitu sebuah kehinaan.

Dalam tradisi Yahudi, hanya orang yang dikutuk oleh Allah harus mati disalib. Sehingga Tuhan Yesus yang mati disalib, mereka anggap sebagai seorang penghujat Allah yang memang pantas mati disalib.

Rasul Paulus memberikan peneguhan kepada Timotius, anak didiknya. Ia mengalami banyak penghinaan dan gangguan iman dari orang-orang di Asia.

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.”

Sebagai pewarta yang masih usia belia, Timotius tidak perlu takut dan malu mewartakan Tuhan Yesus Kristus. Paulus sendiri juga banyak mengalami berbagai macam penganiayaan serta penjara oleh karena memberitakan Tuhan Yesus Kristus.

Paulus rela menderita bagi jemaat yang ia bangun. Agar mereka kelak mendapat kasih karunia keselamatan kekal. Maka Timotius sebagai gembala juga harus tetap teguh dalam iman:

  • Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia.
  • Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia.

Demikian peneguhannya pada Timotius, anak didiknya agar teguh mewartakan “Kebenaran Sejati” tentang Tuhan Yesus Kristus.

Menjaga relasi dengan Allah secara vertikal dan kepada jemaat (sesama) secara horisontal juga ditekankan oleh Tuhan Yesus kepada para ahli Taurat yang pura-pura tidak tahu ajaran tersebut.

Apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus tersebut bagi umat katolik merupakan “Dua Hukum yang Terutama”.

  • Hukum pertama, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
  • Hukum kedua, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 

Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.

Pesan hari ini

Tidak perlu takut dan malu menjadi katolik.

Salib juga menjadi simbol relasimu dengan Allah secara vertikal dan dengan sesama secara horisontal.

“Tetap menjadi dirimu dan teguh dengan iman Kristusmu, kamu akan baik-baik saja.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here