Sabda Tuhan

0
118 views
Ilustrasi: Kitab Suci.(Ist)

SABDA Tuhan itu seperti benih yang ditaburkan pada kehidupan kita. Pesannya jelas, “Siapa yang punya telinga, hendaklah mendengar”.

Sebab, kita sadar betul bahwa hidup kita butuh “makanan rohani” ini. Coba kamu rasakan ketika membaca Kitab Suci, ada sukacitakan?

Maka undangannya adalah “Ayo baca Kitab Suci”. Undangan ini adalah undangan untuk semakin mendekat kepada Yesus Kristus, mengenalNya, mengasihiNya, dan mempercayaiNya.

Kadang ada yang masih “bingung”. Lho, kok bingung? Kan ada Roh Kudus! Dia siap untuk pertama-tama membuka hatimu, lalu menuntunmu dan kemudian memberikan hikmat yang membuat dirimu semakin “klepek-klepek” dengan Tuhan.

Syaratnya adalah kamu punya komitmen. Harus disiplin. Setiap hari dibaca Kitab Sucinya, direnungkan, dan diterapkan dalam kehidupanmu yang kongkrit.

Jika kita punya komitmen yang kuat, maka Tuhan memberikan tanggung-jawab kepada kita untuk menjadi pelaku-pelaku Sabda Tuhan yang handal dan bisa dipercaya.

Dan berkat yang diterima adalah Sabda Tuhan itu menjadi senjata yang ampuh untuk mengalahkan segala hal yang jahat. Bahkan tidak hanya mendapatkan senjata yang ampuh, tetapi hidupmu ditambah kebijaksanaan dan hikmatnya.

Lalu buktinya, kamu bisa bermazmur, memuji dan menyanyikan lagu-lagu rohani yang menggetarkan jiwamu dan jiwa setiap pribadi yang memuji dan menyembah bersamamu.

Kemudian, kekuatan Sabda Tuhan itu bekerja dengan luar biasa dalam kehidupanmu. Buah yang dihasilkan adalah hidupmu yang semakin baik, benar dan suci. Dan dirimu semakin yakin bahwa di setiap langkahmu Sabda Tuhan menjadi “kompasnya”.

Dengan demikian Sabda Tuhan menjadi hidup dan aktif. Dirimu semakin peka akan hadirNya Tuhan yang berbicara dan menyertaimu.

Dan akhirnya, doamu setiap hari adalah “FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku.”

Hong Kong, 21 April 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here