Setia pada Allah dan Menolak Mamon

0
37 views
Ilustrasi - Menolak. (ist)

Sabtu, 22 Juni 2024

2Taw 24:17-25.
Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34. Mat 6:24-34.

DALAM sebuah hubungan, diperlukan kepercayaan dan kesetiaan. Sayangnya, tak semua orang bisa melakukannya dengan bersamaan. Satu pihak percaya, satu pihak tak setia. Ketika orang yang kepadanya kita serahkan kepercayaan sudah mulai tak setia, dengan mendua hati berarti kita sudah tak sepenuhnya ada di hatinya.

Seseorang yang mendua hati menandakan ia tidak serius dalam menjalin hubungan relasi dengan kita. Janji-janji manis tentang kesetiaan yang pernah diucapkan di awal kesepakatan baik itu dalam bidang pekerjaan atau relasi asmara pun diingkari, ketika ia menemukan sosok yang lebih menarik perhatiannya. Padahal, sosok yang menjadi pilihan kemudian tersebut belum tentu lebih baik dari kita.

“Sangat sulit untuk memahami sikap atau perkataan suamiku, meskipun sudah didukung dengan janji bahkan bersumpah,” kata seorang ibu.

“Saya harus mengakui bahwa sering kali saya sudah apriori dengan perkataannya, hingga jika dia bicara benar pun saya terlanjur tidak percaya. Kehidupan suamiku dibanjiri dengan dusta, penipuan dan cerita yang berlebihan. Suasana kantor dia yang penuh manipulasi dan kebohongan telah membentuk merusak kepribadian suamiku.

Suamiku pernah mengeluhkan bahwa semua orang menjadi penjilat sesamanya. Kuman penipuan dan kecurangan menembus ruang-ruang di kantornya. Tipu daya yang paling besar yang dilakukan suamiku, ketika dia bertahun-tahun mengkhianati perkawianan kami. Berkali-kali saya tanyakan dan dia berkali-kali bersumpah demi Allah untuk dustanya yang jahat.

Cepatnya suamiku bersumpah sebenarnya menjadi indikasi yang kuat bahwa suamiku telah menunjukkan ada dusta yang tersembunyi, dia selama ini membagi cintanya dengan orang lain,” papar ibu itu.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kesetiaan itu merupakan nilai primer dalam hubungan kita dengan Tuhan. Yang bisa menghancurkan kesetiaan adalah ketidaksetiaan dan kemenduaan.

Ketidaksetiaan terjadi ketika ada pengingkaran terhadap janji yang ada. Sedangkan kemenduaan terjadi, ketika ada penerimaan terhadap pihak lain yang menambahkan atau bahkan menggantikan apa yang sudah diterima sebelumnya.

Tuhan Yesus, menegaskan bahwa kita perlu senantiasa mengolah kesetiaan hidup pada Allah. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kita tidak setia dan menduakan Allah. Salah satu yang punya pengaruh kuat adalah Mamon.

Mamon (Yunani: mamonas) yang berarti kekayaan. Kekayaan memang bisa membuat kita tidak setia pada Allah dan menduakan Allah.
Tentu saja, kekayaan tidak dengan sendirinya menjauhkan seseorang dari Allah. Namun kekayaan jika tidak disikapi dengan hikmat-Nya, memang bisa menjauhkan seseorang dari Allah.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah setia sepenuh hati kepada Tuhan Yesus?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here