Sobat Srawung Berbagi Takjil di Temanggung, Jateng

0
137 views
Sobat Srawung Berbagi Takjil di Temanggung, Jateng. (Panitia)

PADA kesempatan Bulan Ramadhan 2023 ini, Sobat Srawung mengadakan aksi turun jalan. Berbagi takjil. Dibagikan kepada para pengendara yang melintasi di Perempatan Bank BCA Temanggung.

Kegiatan ini merupakan follow up dari Srawung Orang Muda Lintas Agama Rayon Utara; mencakup wilayah Parakan dan Temanggung.

Semula sedikit canggung

Karena mungkin ada dari kami yang baru pertama melakukan aksi tersebut, jadi sedikit ada tantangan yang mana malu untuk menghadapi orang-orang di jalan.

Namun setelah beberapa saat, malu tersebut berubah menjadi sukacita karena bisa berbagi dan merasakan kebahagiaan untuk orang-orang yang menerima takjil tersebut.

Meski dibagikan di dua titik di Perempatan Bank BCA tersebut, ternyata antusiasme warga yang berkendara juga sangat banyak yang melintasi jalan tersebut. Sehingga dalam kurun waktu kurang lebih setengah jam saja, takjil yang dibagikan habis sudah.

Dengan ucapan syukur, karena kebetulan saat itu Temanggung sedang gerimis. Karena hujan baru saja mengguyur Kota Tembakau tersebut, namun semangat teman-teman muda nyatanya tidak surut sama sekali.

Semoga di lain waktu dan kesempatan, Sobat Srawung dapat berbagi lagi, meskipun bukan di saat Bulan Ramadhan saja.

Buka puasa bersama

Setelah memberikan takjil yang diwakili beberapa dari teman-teman lintas agama, puluhan Sobat Srawung melakukan buka puasa bersama di Warung 7 daerah Bendo Peri, Mudal, Temanggung.

Acara ini dikemas sangat muda-mudi. Tentunya karena sebelum menyantap sajian itu, kami mendengarkan tausiyah singkatdari salah satu sobat srawung sendiri yaitu Aqil Ramadhani (22).

Aqil adalah seorang guru Madrasah Ibtidaiyah di sebuah dusun. Di situ Aqil memberikan apresiasinya; tentunya kepada Sobat Srawung. Karena dengan adanya buka puasa bersama ini kami semua masih bisa membangun tali silaturahmi.

Harapan besar juga disampaikan Aqil supaya Komunitas Srawung orang muda lintas agama ini dapat menjadi salah satu alasan untuk merajut kebhinnekaan di antara pemuda.

Karena setelah vakum beberapa saat, hari itu merupakan hari yang indah karena bisa bertemu dan bersua dengan Sobat Srawung sekalian. Agar setelah dari buka puasa bersama ini, kita harus mengadakan pertemuan-pertemuan rutin supaya komunikasi dan jalinan hubungan antar member ini erat.

Sobat Srawung menjalin komunikasi dan relasi baik dengan sesama beda keyakinan melalui kegiatan berbagi takjil di Temanggung, Jateng. (Panitia)

Olahraga bersama

Dengan berolahraga. Karena beberapa waktu lalu, Sobat Srawung sudah melakukan olahraga bersama yaitu badminton, meski baru sedikit yang datang.

Harapan lainnya juga disampaikan Carolinna Rika (28), Bahwa dewasa ini pemuda-pemudi kita masih terkungkung dengan pikirannya sendiri sehingga mereka takut akan perbedaan.

Merayakan perbedaan

Justru perbedaan merupakan salah satu hal yang harus kita banggakan, dengan adanya Srawung ini kita semua adalah fondasi dari perubahan untuk menghilangkan stigma-stigma yang sudah terpatri dalam masyarakat yang menimbulkan ketakutan atas perbedaan.

Jadi semakin kita mengenal saudara kita yang berbeda semakin asyik juga kita mengenal dunia.

Setelah mendengarkan tausiyah singkat dan beberapa patah kata, kita semua melakukan doa bersama yang dilakukan secara empat agama yakni Buddha, Kristen, Islam dan Katolik.

Karena kebetulan pada hari tersebut teman-teman dari Konghucu, Hindu, dan Penghayat Kepercayaan Sapta Dharma tidak bisa hadir karena beberapa hal.

Setelah berdoa untuk perdamaian, untuk keselamatan dan keberkahan kita semua, tiba saatnya kami semua buka puasa bersama. Meski menu sederhana, namun dengan banyak teman yang sudah terjalin lama relasinya, terasa nikmat penuh berkat buka puasa kali ini bersama Sobat Srawung.

Dengan diiringi akustikan dari teman-teman jg saat itu menyantap menu makan malam kami. Setelah selesai, kebetulan di Warung 7 ada permainan congklak dan beberapa Sobat Srawung ada yang bermain, ada yang selfie dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ada yang diskusi ringan juga, karena baru pertama bertemu.

Sampai akhirnya sekitar pukul 20.00, sebelum pulang kami semua melakukan foto bersama untuk rekam jejak kami semua.

Perjalanan Sobat Srawung untuk buka bersama pertama kali ini sangat indah karena memang dilakukan secara serba mendadak, namun atensi dan antusias teman-teman semua membuat haru biru.

Semoga Sobat Srawung yang menjalankan puasa senantiasa dilancarkan dan segala amalan hari indah waktu itu dapat diterima Tuhan Yang Maha Kuasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here