Terangkat ke Surga

0
136 views
Ilustrasi: Bunda Maria Pelindung. (Catholicism without compromise)

SETIAP tanggal 15 Agustus, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Di beberapa keuskupan hari raya ini dipindahkan ke hari Minggu yang terdekat dengan tanggal itu.

Inspirasi alkitabiahnya bersumber pada tiga kitab.

Pertama, Kitab Wahyu yang berbicara seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dengan dua belas bintang di atas kepalanya (Wahyu 12: 1).

Kedua, Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang berbicara tentang urutan orang-orang yang akan menikmati persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 15: 23).

Ketiga, Injil Lukas yang menyampaikan tentang kunjungan Perawan Maria kepada Elisabet, terutama Kidung Maria (Magnificat).

Ketiganya menunjukkan kemuliaan yang diterima Santa Perawan Maria. Di sampung itu, berdasar tradisi yang telah lama dihidupi, Gereja menyatakan bahwa Santa Perawan Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya.

Surga di sini bukan pertama-tama lokasi yang terletak di atas sana. Surga bisa berarti juga tingkat kehidupan yang sempurna, di mana badan dan jiwa manusia mencapai kemuliaannya. Kebahagiaan bersama Allah.

Kesempurnaan itu dicapai oleh mereka yang amat suci dan tanpa noda. Mereka adalah orang-orang telah menyatukan seluruh kehendak dan hidupnya dengan kehendak Tuhan.

Santa Perawan Maria diyakini oleh Gereja Katolik menerima kemuliaan (Lukas 1:28.45). Dia telah mengandung, melahirkan, dan menemani Sang Juru Selamat hingga di kaki salib. Bahkan dia menyertai para rasul ketika jemaat perdana sedang mulai terbentuk (Kisah Rasul 1:14).

Orang perlu menjunjung tinggi Santa Perawan Maria yang hidupnya mencapai kesucian sempurna. Karena itu, layak menikmati persekutuan dengan Yesus dalam kemuliaan; diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya.

Minggu, 14 Agustus 2022
HR Santa Perawan Maria diangkat ke surga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here