Terjaring

0
90 views
"Pukat Harimau"
  • Bacaan 1: Yer 18:1-6
  • Injil: Mat 13:47-53

Pukat dikenal sebagai “Dragnet”, berupa jaring yang sangat panjang dan lebar (bisa puluhan hingga ratusan meter) dengan pelampung di bagian atas dan pemberat di bagian bawah. Biasanya ditarik oleh satu atau dua unit perahu besar sehingga membentuk lingkaran atau jerat.

Semua yang berada dalam radius jaring akan ikut terjerat.

Jadi, ada ikan dengan nilai jual tinggi, besar dan kecil, ikan tak berharga, kepiting, ubur-ubur, rumput laut, kayu bahkan sampah, yang terjaring lalu disortir di pantai.

Hal ini pernah menjadi masalah besar (“Pukat harimau”) bagi nelayan di negara kita. Sebab, menangkap ikan tanpa seleksi, tidak pilih-pilih ukuran sehingga banyak benih ikan tertangkap.

Tuhan Yesus memberikan perumpaan terakhir dalam pengajaran tentang Kerajaan Allah menggunakan logika cara kerja pukat ini. Bahwa Kerajaan Allah terbuka dan ingin menangkap setiap orang di dunia. Namun perlu dipahami, bahwa di dunia ada orang baik (benar) dan orang jahat (seperti ikan tak berharga). Semuanya akan ditangkap lalu di akhir zaman baru dipilahi-pilah.

Tuhan Yesus menutup pengajaran-Nya dengan bersabda:

“Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Ahli Taurat (sangat paham Kitab Suci Perjanjian Lama) sebagai contoh pedagogi (pengajar, pewarta Injil, imam, uskup, teolog, dan katekis.) yang benar (bukan ahli Taurat yang menolak-Nya). Mereka tidak diminta “membuang Perjanjian Lama”. Ia harus memahami dan mengajarkan bahwa seluruh Perjanjian Lama menemukan kepenuhannya dalam Kristus.

Setiap murid Kristus harus berserah dan mau dibentuk oleh Kristus. Dia punya kuasa untuk memproses, membentuk, memulihkan hidup seseorang atau suatu bangsa sesuai dengan kehendak-Nya yang baik.

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!”

Pesan hari ini

Pukat bukan lagi mengenai proses penjaringan namun gambaran penghakiman akhir zaman.

Jadilah “ikan bernilai” supaya kamu “tidak hanya terjaring namun dipilih dan dikumpulkan” dalam pasu (wadah), menjadi manusia yang berharga dimata Tuhan.

“Terkadang bagian tersulit dari perjalanan adalah percaya bahwa kamu layak untuk perjalanan itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo