Tuhan itu Tidak “Riweuh”

0
122 views
Jangan "riweuh"
  • Bacaan 1: Mi 6:1-4.6-8
  • Injil: Mat 12:38-42

“Riweuh” dalam bahasa Sunda berarti ribet, repot, atau heboh. Kata ini dipakai untuk menggambarkan situasi yang kacau, banyak masalah, atau seseorang yang membuat masalah sederhana menjadi rumit.

Sesuai dengan julukannya sebagai ahli Taurat dan orang-orang Farisi (ahli Kitab Suci) seharusnya mudah untuk memahami keilahian Tuhan Yesus. Banyak tanda yang sudah disampaikan para nabi dalam Kitab Suci tentang kedatangan Mesias termasuk mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, namun seolah menutup mata untuk itu. Tuhan Yesus adalah Mesias yang dinanti, sudah berada di hadapan mereka. Namun mereka tetap meminta tanda keilahian-Nya.

Sesuatu yang sebenarnya “mudah” bagi mereka namun dibuat “riweuh”.

Inilah yang dinamakan “bebal”, Tuhan dalam jawaban-Nya menyebut mereka “angkatan yang jahat” seraya memberikan tiga argumen:

  • Tanda Yunus, yaitu tinggal tiga hari dalam perut ikan. Demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi (nubuat kematian-Nya) tiga hari tiga malam.
  • Orang-orang Niniwe (tidak mengenal Allah) mau bertobat setelah mendengar seruan tobat Nabi Yunus.  Padahal, saat itu Yesus yang adalah Tuhan menyerukan pertobatan kepada mereka (yang mengenal Allah) namun tidak mau mendengar.
  • Ratu dari Selatan datang jauh-jauh hanya ingin mendengarkan hikmat Raja Salomo, namun para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sudah berhadapan dengan Allah Putera malah tidak mau mendengar.

Berpikirlah dengan sederhana, rendah hati dan membiarkan Roh Kudus bekerja seperti dikatakan oleh Nabi Mikha. Dia mengingatkan kita semua apa yang Allah sebenarnya inginkan. Allah tidak meminta hal-hal yang “riweuh”, ritual rumit atau korban yang mahal-mahal. Allah hanya meminta kita umat-Nya berlaku adil, mencintai kebaikan dan hidup rendah hati bersama-Nya.

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Demikian nabi mengingatkan kita semua.

Pesan hari ini

Tuhan itu tidak “riweuh”, berpikirlah dengan sederhana, berbuat kasih dan rendah hati maka Dia akan berkenan kepadamu.

“Kerumitan adalah musuh kedamaian. Buatlah hidupmu mudah dan jelas sebab kesederhaanmu kunci kebahagiaanmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo