Menyikapi Tewasnya Pastor Jacques Hamel di Rouen: Mari Menangis di Hadapan Tuhan

0
2,106 views
Uskup Agung Keuskupan Rouen di Perancis Barat Daya. (Ist)

HAMPIR tiap hari ada berita kejahatan.

Saya baca di Vatican Insider bahwa waktu Amerika mau menyerang Irak, mendiang Paus Yohanes Paulus II pada waktu itu sudah mengingatkan bahwa perang hanya akan melahirkan perang lagi dan kebencian. Paus mengingatkan bahwa Saddam Husein juga harus dihormati dan harus dilakukan dengan jalan dialog untuk membuat perubahan. Namun Amerika tetap menyerang Irak dan Sadam Husein dilengserkan dengan paksa melalui kekuatan militer dan rekayasa politik.

Sejak itu ada bermacam teror yang tiada henti sampai hari ini. Mulai dari penyerangan WTC 11 September (Black September Eleven) dan terus-menerus sampai sekarang. Muncul juga ISIS (Negara Islam Irak dan Siria) yang tiba-tiba menjadi kuat dan melakukan kejahatan-kejahatan yang mengerikan seperti menggorok leher para korban di tepi pantai, serangan bom bunuh diri, menabrak pejalan kaki di kota Nice dengan mobil tronton yang digas kencang dan zig zag, para migram dari Siria yang masuk ke Jerman juga menimbulkan masalah keamanan.

Baca juga:  In Memoriam: Père Jacques Hamel Dibunuh Saat Misa oleh ‘Tentara” ISIS

Kesedihan warnai World Youth Day 2016 di Krakow, Polandia

Hari ini Rabu, 27 Juli 2016, Paus Fransiskus akan berangkat ke Polandia untuk Hari Orang Muda Sedunia yang akan berakhir pada hari Minggu tanggal 31 Juli nanti. Hari Selasa tanggal 26 Juli Uskup Agung Krakow, Kardinal Dziwisz sudah memimpin misa pembukaan WYD itu dihadiri 400.000 orang muda. (Saya hanya bisa ikut berita dan foto yang dikirim oleh pastor mantan murid saya yang ikut di sana lewat WA).

Kardinal mengawali misa dengan berkata, “Marilah kita berdoa untuk semua korban terorisme, khususnya yang terakhir ini terjadi seorang imam usia 84 tahun di Perancis yang sementara misa pagi ada dua orang teroris masuk ke dalam Gereja dan menyandera beberapa orang yang menghadiri misa pagi dan membunuh pastor itu dengan menggorok lehernya.”

katedral rouen
Uskup Agung Keuskupan Rouen Mgr. Dominique Lebrun dalam sebuah acara memberkati lonceng jumbo di Katedral Rouen. (Ist)

Uskup Agung Rouen di Normandia, Perancis  Barat Daya, tempat kejadian itu, Mgr. Dominique Lebrun, yang sudah berada di Krakow untuk acara WYD langsung pulang untuk menghibur keluarga korban kejahatan terorisme itu.

Paus sangat sedih mendengar peristiwa itu. Pastor Federico Lombardi melaporkan, “Paus sudah dilapori tentang kejadian itu, Paus berdoa untuk para korban. Ini berita mengerikan lagi yang menambah deretan peristiwa kejahatan yang akhir-akhir ini terjadi dan sangat menyedihkan kita semua. Kita sangat sedih khususnya karena kejahatan itu dilakukan di dalam Gereja, tempat cinta kasih Allah diwartakan, dengan membunuh secara sadis imam dan umat yang hadir dalam misa itu.

uskup rouen 2
Uskup Agung Keuskupan Rouen Mgr. Dominique Lebrun. (ist)

Uskup Agung Keuskupan Rouen Mgr. Dominique Lebrun mengatakan, “Saya menangis di hadapan Tuhan dan saya mengajak semua umatku dan semua orang yang berkehendak baik dan bahkan semua orang yang tidak percaya Tuhan pun untuk berduka bersama saya atas peristiwa ini. Gereja Katolik tidak punya senjata lain, selain hanya doa-doa dan persahabatan di antara generasi muda. Saya pulang ke Perancis meninggalkan ratusan ribu anak muda di Krakow yang adalah masa depan umat manusia. Saya meminta kepada mereka dan semua anak muda di dunia: jangan berkubang dalam kejahatan, melainkan jadilah rasul-rasul yang membangun budaya kasih.”

(Berkubang itu seperti kerbau yang berbaring di dalam lumpur, kerbau itu rasa nyaman karena lumpur itu dingin, biarpun badan kerbau itu menjadi kotor dan bau. Namanya juga kerbau: kekar dan berbau.)

“Kejahatan-kejahatan manusia dapat menjadi pencobaan iman bahwa kita meragukan Tuhan dan tidak mau lagi percaya kepada Tuhan yang membiarkan atau mengizinkan kejahatan-kejahatan itu terjadi. Mengapa Tuhan tidak membuat para pelaku kejahatan itu mengalami serangan jantung saja sebelum mereka dapat melakukan aksinya.”

(Kalau saya jadi Tuhan, saya akan hentikan denyut jantung dari semua calon pelaku terorisme dan kejahatan itu, dan mereka tiba-tiba mati dan saya lempar mereka ke dalam api neraka. Dengan begitu, dunia ini akan aman dan damai sejahtera, jauh dari kejahatan dan berita mengerikan yang setiap hari kita dengar itu).

“Hanya perbuatan kasih, pengampunan, ketabahan dalam derita dan berdoa bagi orang-orang yang melakukan kejahatan itu, yang bisa membuat kita lebih beriman kepada Tuhan. Saya tidak tahu bagaimana cara kerja Allah dalam “misteri kejahatan itu”. Saya hanya tahu bahwa manusia itu mempunyai kebebasan dan bisa melakukan apa saja yang ia mau, asalkan dia mampu melakukan hal itu. Pertanyaan moral adalah: apakah hal-hal yang DAPAT dilakukan itu BOLEH dilakukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here